2017, 300 Orang Lebih Terjerat Oprasi Pekat

ilustrasi

KARAWANG – Selama 2017 lebih dari 300 orang terjerat oprasi penyakit masyarakat (pekat) oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karawang. Mereka yang diamankan pasulan penegak perda karena diduga terlibat dalam praktek asusila dan diduga melanggar Perda Nomor 6 Tahun 2011 pasal 51 ayat 1 angka 55,56,57,58 dan 59.
Lokasi Oprasi pekat yang dilakukan Satpol PP pada 2017 lalu menyeluruh hingga ke tempat-tempat yang dicurigai, mulai dari tempat Karaoke, Pijat, Lokalisasi, Komplek Kontrakan (rumah kost), massage/spa, warung remang-remang dan hotel. Tercatat 3 kali ke tempat karaoke, 9 kali ke tempat pijat, 9 kali ke lokalisasi, 5 kali ke komplek kontrakan, 2 kali ke tempat massage/spa, 1 kali ke hotel dan 1 kali ke warung remang-remang.
Kabid Trantibum Satpol PP Kabupaten Karawang, Basuki Rachmat mengatakan, oprasi pekat dilakukan secara rutin sebagai langkah penegakan Perda Nomor 6 tahun 2011. Untuk 2017 kegiatan dilakulan lebih menyeluruh untuk mempersempit ruang bagi para pelaku asusila.
“Selama 2017 lebih dari 300 orang kami amankan dan bawa ke Mako (Kantor Satpol PP-red). Mereka kami bina agar memahami amanat Perda Nomor 6 tahin 2011 ayat 51, serta kami perintahkan untuk membuat surat pernyataan agar tidak melakukan tindakan asusila,” kata Basuki kepada Fakta Jabar, Selasa  (16/1) di kantornya.
Dipaparkannya, setiap kegiatan pihaknya melibatkan Kepolisian karena bukan tidak mungkin akan ditemukan pelanggaran pidana saat oprasi dilakukan. Seperti halnya kemungkinan terjadinya Human Traficking atau bahkan tindak asusila yang melibatkan anak dibawah umur. “2017 kami tidak menemukan tindak pidana, maka lebih dari 300 orang yang kami amankan pun hanya dilakukan Pembinaan olrh Satpol PP,” pungkasnya.(zck)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Mitra Binaan Pertamina Semarakkan Nusacraft Lifestyle Exhibition

TANGERANG – Nusacraft Lifestyle Exhibition merupakan ajang bagi para perajin usaha mikro terpilih untuk memasarkan ...