3 Isu Viral di Medsos Kompak Dibantah Geng Siswi SMA Pengeroyok Siswi SMP

FAKTAJABAR.CO.ID – Geng siswi SMA yang terlibat dalam pengeroyokan AD (14), siswi SMP di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, minta maaf secara terbuka kepada seluruh masyarakat Indonesia dan korban, Rabu (10/4/2019) malam. Dari ketujuh orang yang meminta maaf malam itu, tiga di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Empat lainnya diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Polresta Pontianak.

“Saya sebagai salah satu pelaku, saya meminta maaf atas perlakuan saya terhadap AD dan saya sangat menyesal atas perlakuan saya ini,” kata tersangka berinisial FZ alias LL.

Dalam kesempatan itu, mereka juga mengklarifikasi sejumlah isu yang beredar luas di media sosial, antara lain:

Bantah pengeroyokan, tetapi satu lawan satu Menurut LL, dalam kasus ini tidak terjadi pengeroyokan namun dilakukan secara terpisah, satu lawan satu, oleh tiga pelaku di waktu yang berbeda pada Jumat (29/3/2019) sekitar pukul 14.30 WIB. “Memang benar kami melakukan pemukulan, tetapi kami tidak mengeroyok, apalagi sampai 12 orang,” ungkapnya.

Bantah rusak organ vital Mereka juga kompak membantah telah merusak organ vital korban yang hingga kini menjadi topik paling hangat dibicarakan di media sosial. Baca juga: Viral Video Boomerang 3 Siswi SMA Terduga Pengeroyok Siswi SMP, Ini Penjelasan Polisi

Bantah benturkan kepala ke aspal Sementara itu, tersangka NB alias EC mengatakan tidak ada aksi penyekapan, penyeretan, penyiraman secara bergiliran dan membenturkan kepala AD ke aspal.

Para remaja ini pun berharap, masyarakat pengguna media sosial tidak menghakimi. Apalagi melakukan ancaman verbal maupun fisik. Karena menurut dia, tidak semua yang beredar di media sosial itu benar. “Saya minta maaf kepada AD dan keluarganya. Saya menyesal,” ucap NB.

Sumber: Kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Ini Kata Komisioner KPU Terkait Lembaga Survei Pilpres 2019

FAKTAJABAR.CO.ID – Sejumlah lembaga survei menyampaikan hasil hitung cepat atau quick count untuk pemilihan presiden ...