Sekilas Info

Akan Ada TPU yang Ada Taman Bermainnya di Purwakarta

ilustrasi

Kadistarkim Purwakarta Aep Durohman mengatakan, saat ini mayoritas TPU di Purwakarta dalam kondisi tidak terawat. Sebabnya penataan perlu dilakukan supaya TPU di Purwakarta selarasdengan laju pembangunan infrastruktur.

“Pilot project TPU berbasis taman kita pusatkan dulu di sekitar Kota Purwakarta,” kata Aep kepada wartawan, Jumat (1/12).

Rancangan anggaran penataan TPU sudah dimasukkan ke dalan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Purwakarta tahun 2018. Aep menyebut, penataan TPU ini sudah dipayungi hukum berupa peraturan daerah (perda).

“Ada Perda Purwakarta Tentang Penataan TPU Terintegrasi. TPU berbasis taman bisa dibuat antara 2018 sampai 2019. Karena kami butuh proses pendesainan masterplannya. Mudah-mudahan bisa dibangun di 2018,” ujar Aep.

Menurut Aep, garis besar penataan TPU adalah untuk mengubah imej TPU sebagai tempat menyeramkan, menjadi lebih estetis dan ramah terhadap anak. Hal ini sejalan dengan keinginan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi yang menugaskan agar TPU dibuat senyaman mungkin.

“Di Purwakarta, TPU ini bisa jadi taman yang asri, bersih, ada taman bermain, tempat makan, pohon-pohonnya rindang dan yang pasti menambah ruang terbuka hijau (RTH) di Purwakarta disamping membuka RTH berupa taman-taman yang sudah dibuka oleh pak bupati,” ujar Aep.

Adapun saat ini, kata Aep, sejumlah TPU di Purwakarta dilaporkan tidak terawat. Identifikasi masalah yang ia temukan, TPU banyak yang kondisinya kotor, menyatu dekat dengan perumahan warga, menyeramkan hingga tidak tampak kumuh.

“Berdasarkan identifikasi masalah itu, maka kami harus menata TPU itu supaya jadi lebih baik. TPU jangan membuat seram, perintah pak bupati kan seperti itu,” ujar dia.

Adapun yang sudah dilakukan saat ini, mayoritas TPU di Purwakarta sudah dipagari dengan design pagar khas Purwakarta. “TPU sudah ada banyak yang dipagari,” ujarnya.

Adapun untuk pengelolaannya, saat ini Dinas Cipta Karya juga tengah memenej registrasi angka kematian dan jumlah luasan pemamakaman yang terintegrasi dengan command center.

“Nah itu konteks pengelolaan. Angka kematian yang ada nanti akan diintegrasikan dengan Disdukcapil Purwakarta dan terkoneksi dengan command center Ogan Lopian. Sehingga, saat ada warga yang meninggal, itu sudah terdata dimakamkan dimana yang lahannya masih ada,” ujar Aep. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

500 Mahasiswa UBP Prodi Manajemen Gelar Seminar Nasional

KARAWANG- Dalam rangka meningkatkan kualitas mahasiswa, Program studi Management Fakultas Bisnis dan Ilmu Sosial Universitas ...