Indonesia Masih Kekurangan Talenta Digital

FAKTAJABAR.CO.ID – Industri ekonomi digital di Indonesia sedang berkembang pesat. Tapi pertumbuhan itu tidak dibarengi dengan suplai talenta digital. Dampaknya?

Berdasarkan laporan yang dirilis oleh Google, AT Kearney dan Amvesindo, industri ekonomi digital di Indonesia menempati posisi ketiga setelah industri tambang minyak dan gas. Di sisi lain, pertumbuhan ini tak diiringi suplai talenta digital yang memenuhi.

Padahal menurut Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Ignatius Untung, talenta digital merupakan aset terpenting bagi sebuah perusahaan ekonomi digital.

“Jadi aset besarnya itu orang, karena orang yang membuat produk. Produknya produk digital. Kalo orangnya nggak bagus ya sudah,” kata pria yang akrab disapa Untung ini saat konferensi pers idEA Works di kawasan Senopati, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Untung menambahkan, kurangnya talenta digital ini dapat berdampak pada kurang kompetitifnya Indonesia mengingat perusahaan nantinya malah lebih memilih untuk mencari talenta digital, seperti programmer, di negara lain.

“Dari sisi bisnis kita akan susah sekali dapat talent yang bagus. Parahnya sudah dapatnya yang medioker biasa-biasa saja, mahal lagi,” ujar Untung.

“Sehingga dari sisi perspektifnya pemerintah ekonominya biaya tinggi dan selalu akan importing talent, talent-talent yang strategis lagi. Jadi semuanya bermuara bahwa negara kita akan kehilangan competitiveness-nya,” sambungnya.

Untuk itu idEA berkomitmen untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas talenta digital di Indonesia. Sebagai bentuk komitmen, idEA akan mengadakan idEA Works Edu dan Pro yang akan diselenggarakan pada 15-16 da 22-23 Februari 2019 di The Kasablanka, Jakarta.

Program idEA Works Edu akan difokuskan untuk memberikan panduan dan gambaran bagi siswa-siswa SMA tentang jurusan di universitas yang berkaitan dengan ekonomi digital. Sehingga mereka bisa sejak dini bisa bisa menumbuhkan minat mereka untuk kuliah dan berkarir di industri ekonomi digital.

Sedangkan idEA Works Pro akan difokuskan kepada fresh graduate dan first jobber yang sudah bekerja di industri ekonomi digital yang ingin meningkatkan keterampilan mereka agar bisa lebih bersaing di level profesional.

Selain itu, peserta yang sedang mencari kerja juga bisa mengikuti sesi pitching dan group interview bersama HRD dari perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi.

Saat ini program idEA Works baru difokuskan di Jakarta. Tapi, Untung memastikan akan memperluas program ini ke Bandung, Surabaya, Yogyakarta dan Makassar jika gelaran di Jakarta sukses dan diterima dengan hangat.

Sumber: Detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pemuda Walahar, Inisiator Pelestarian Budaya

KARAWANG -Pemuda di Dusun Manggabesar II, Desa Walahar, Kecamatan Klari menjadi Inisiator pelestarian Budaya. Terbukti, ...