Sekilas Info

Nah Loh, Proyek Taman Kota Mangkrak Ditinggal Pemborong

Proyek taman di Jalan RA. Tohir Mangkudidjojo, tepatnya di jalan sekitar bawah fly over Karawang Barat.

KARAWANG – Mempercantik wajah kota mealui pembangunan taman kota sepertinya tidak tuntas hingga batas akhir kontrak. Pasalnya, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukian (PRKP) Kabupaten Karawang, H. Ramon Wibawalaksana yang saat itu menegaskan bahwa pembangunan taman kota akan rampung hingga akhir tahun anggaran 2017, nyatanya tidak sesuai dengan rencana. Seperti pembangunan taman kota yang berada di Jalan RA. Tohir Mangkudidjojo, tepatnya di jalan sekitar bawah fly over Karawang Barat, nampak mangkrak dan dibiarkan begitu saja meski sudah lewat tahun 2017.

Kepala Bidang (Kabid) Pertamanan Dinas PRKP Kabupaten Karawang, Novi Gunawan mengatakan, pihaknya masih memberi kesempatan 50 hari kerja kepada Pihak Pemborong, dengan perhitungan denda sebesar 1 per-mil per-hari dari nilai kontrak. Akan tetapi jika dalam 50 hari kerja tidak diselesaikan juga, maka Pihak Dinas akan memutus kontrak dan pemborong tersebut di blacklist. “Kita tetap sesuai aturan, jadi untuk pembangunan taman kota yang berada di Jalan RA. Tohir Mangkudidjojo itu tidak dicairkan, karena SPK juga sudah limit waktu,” ujarnya kepada Fakta Jabar, Senin (8/1).

Novi menambahkan, dalam pelaksanaan dan pengawasan pekerjaan taman kota, pihaknya selalu aktif berkordinasi dengan pihak pemborong. Tetapi karena nyatanya ulah pemborong yang seperti itu, makanya pihak dinas tidak akan mencairkan. Jika dicairkan justeru akan menjadi masalah, terlebih dengan hasil pekerjaan yang dinilainya sangat memalukan. “Ada dua pekerjaan, selain di Jalan itu, ada juga di Jalan Miring, keduanya mangkarak. Seharusnya pekerjaan tersebut diselesaikan, tetapi kita juga tidak bisa memaksakan. Maka, akan tetap dibayar sesuai progres saja, dan CV-nya dibalacklist tidak boleh action lagi,” paparnya.

Masih Novi menambahkan, terkait pembangunan pagar taman kota yang dibeberapa titik menghimpit pohon, pihaknya sudah menegur dan memberikan pengarahan sejak jauh hari kepada pemborong, tetapi sepertinya tidak digubris. Seharusnya memang, beberapa pohon petai selong dan pohon ketapang yang berada di lokasi pembangunan taman kota tersebut sudah selayaknya ditebang, karena akan ditanam pohon untuk taman kota. “Namanya pemborong tidak semuanya mau mendengarkan arahan kita, makanya kita jegal pencairannya karena ini jelas kelalaian pemborong,” pungkasnya. (lil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Ditangkap di Rumah Istrinya di Sumatera, Pembunuh Bocah SD di Kotabaru Tiba di Karawang

KARAWANG-Ditangkap di Sumatra usai buron selama hampir satu minggu, pelaku ...