Sekilas Info

Ramai di Medsos Siswi SMKN di Karawang Jadi Korban Penodongan di Dalam Angkot, Kapolsek: Itu Bukan Korban Penodongan

Kapolsek Klari: Kompol Relisman Nasution

KARAWANG- Kabar kasus penodongan disertai pelecehan yang terjadi terhadap salah seorang siswi SMKN di Karawang yang diduga dilakukan empat orang pemuda bersama oknum sopir angkutan umum pada Senin (5/2) hingga mengakibatkan korban terluka lantaran melompat dari angkot, langsung ditanggapi Kapolsek Klari, Kompol Relisman Nasution.

“Anggota sudah cek ke TKP dan kita sudah upaya cari angkotnya dan korban juga sudah dibawa ke puskesmas, tapi angkotnya belum ketemu,” kata Kapolsek, Selasa (6/2) saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Diungkapkan Kapolsek, hasil pemeriksaan dan penyelidikan sementara, korban bernama Fia Alfia Fauzia, 16 tahun, warga Perum Terangsari Desa Cibalongsari, Kecamatan Klari Kabupaten Karawang.

“Bukan korban penodongan seperti yang beredar di media sosial. Awalnya penumpang naik dari terminal 4 orang lalu turun di kopel 3 orang. Dari 3 penumpang yang turun minta ongkos 15.000 tapi penumpang hanya kasih 10.000 per penumpang. Selanjutnya di angkot tinggal 1 orang. Diduga sopir dalam pengaruh alkohol sambil teriak dan marah minta ongkos bayar 15.000, kemudian korban ketakutan dan loncat dari dalam angkot. Sehingga mengakibatkan luka 3 jahitan di dagu,” ungkapnya.

Lanjut Relisman, peristiwa itu terjadi Senin (5/2), sekitar pukul 17.15 WIB, di jalan Raya Kosambi, Sebrang Hotel Grand Pangestu, Kecamatan Klari. Korban pulang sekolah, naik angkot dari terminal Klari dengan tujuan ke Kosambi, dan di dalam angkot tersebut bersama 3 (tiga) orang lainnya, kemudian 3(tiga) orang tersebut turun di Daerah Kopel dan membayar uang sewa angkot dengan tarif seperti biasanya.

“Namun sopir angkot menagih dengan tarif tidak sesuai tarif biasanya dan kemudian sopir angkot tersebut marah-marah lalu ketawa-tawa sendiri,” ucapnya.

Saat angkot melaju ke arah Kosambi, sambungnya, korban yang tinggal seorang diri di dalam angkot merasa ketakutan dengan sikap oknum sopir angkot tersebut yang diduga dalam keadaan mabuk.

“Korban nekat lompat dari dalam angkot hingga terjatuh, dan dan dagunya terluka. Kami bawa ke Puskesmas untuk diberikan perawatan medis,” katanya.(one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Dianiaya Adik Kandung Sendiri, Seorang Siswi SMA di Karawang Akhirnya Meregang Nyawa

KARAWANG – Seorang pelajar SMA berinisial KB (16) tewas usai dianiaya adik kandungnya sendiri yang ...