Siapa Layak Pimpin Desa Kalangsurya?

Lili Suherman (pertama dari kiri), Asep Mustika (tengah), Endang Jagres (pertama dari kanan).

KARAWANG – Hajat demokrasi menentukan orang nomor satu di Desa Kalangsurya, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang, Jawa Barat tinggal menghitung jam. Tepat pada 11 November 2018, atau Ahad besok, sebanyak 6000 lebih pemilik suara di desa dengan wilayah 6 dusun ini bakal menentukan siapa pemimpinnya. Ada tiga calon yang akan didaulat warga Kalangsurya untuk memipin desa tersebut, antaralain nomor urut (1) Lili Suherman, nomor urut (2) Asep Mustika, dan nomor urut (3) Endang Jagres.

Lalu bagaimana program yang akan dijalankan oleh masing-masing calon jika salah satu diantara mereka terpilih nanti? Berikut wawancara tertulis Fakta Jabar e Paper dari ketiga calon kepala desa Kalangsurya;

1. Menurut anda (calon nomor urut 1, 2, dan 3-red), apa potensi wilayah Desa Kalangsurya yang bisa dikembangkan untuk kemaslahatan warga Kalangsurya saat ini?

Jawaban Calon Nomor 2;
Menurut saya, terutama dari segi ekonomi yang dapat menguatkan masyarakat untuk mandiri sesuai kemampuan masyarakat. Hal itu seperti meningkatkan potensi pertanian, peternakan, bahkan potensi perikanan. Saya juga melihat di Desa Kalangsurya masih banyak lahan pertanian yang bisa ditunjang dengan pengairan yang maksimal. Lainnya soal potensi desa, bisa didorong dengan membentuk bank sampah di setiap keterwakilan dusun. Tentunya selain itu, berdagang atau perniagaan yang menjadi salah satu ciri khas Desa Kalangsurya juga bisa dimaksimalkan untuk pengembangan kesejahteraan yang disokong dengan program pemerintah, yakni melalui UMKM. Saya kira demikian.

Jawaban Calon Nomor 3;
Pertanyaan yang bagus! Jadi, mengenai potensi Desa Kalangsurya, tentunya saya melihat bahwa mayoritas penduduknya ialah petani dan buruh tani. Dan saat ini, kita (Ds Kalangsurya) memiliki areal tanah sawah seluas 220 hektar. Sebagaimana diketahui juga bahwa dari potensi ini pun telah dikembangkan mekanismenya melalui retribusi rutin dari petani yang bisa masuk kas desa sekitar kurang lebih Rp88 juta pertahun. Sehingga, dana tersebut nantinya akan bisa disalurkan ke masyarakat di dusun-dusun yang belum tersentuh bantuan dana dari pemerintah, semisal alokasi dana desa, anggaran dana desa dan lainnya. Namun demikian, tentunya, jika saya diridhoi Tuhan YME dan warga Kalangsurya untuk memimpin desa, maka kedepan mekanisme ini akan saya harmoniskan bersama pelayanan yang terbaik dari pemerintah desa terhadap para kalangan petani.

2. Bagaimana solusi anda (calon nomor 1, 2, dan 3 – red) untuk menyelesaikan masalah penyerapan tenaga kerja di Desa Kalangsurya? Sebagaimana diketahui, banyak warga Desa Kalangsurya dari mulai jenjang SMA derajat dan perguruan tinggi yang mulai tahun 2019 akan menyelesaikan bangku pendidikannya.

Jawaban Calon Nomor 2;
Terimakasih untuk pertanyaannya. Untuk urusan ini, kedepan akan saya bentuk dan kembangkan usaha kecil menengah melalui program desa, mengandeng potensi masyarakat yaitu Karang Taruna yang mempunyai peran penting disetiap kegiatan yang dapat membangun mental pemuda dan semangat bekerja seperti mencari jaringan atau kerjasama dengan dinas tenaga kerja guna penyaluran ke perusahaan perusahaan, ataupun membuat produksi rumahan. Selain itu meneruskan koordinasi yang efektif pada setiap instansi yang ada di Kabupaten Karawang.

Jawaban Calon Nomor 3;
Mengenai penyerapan tenaga kerja, itu salah satu kewajiban pemerintah desa untuk membantu warganya, diantaranya mendirikan BLK (Balai Latihan Kerja) untuk menyiapkan warga agar memiliki keahlian yang profesional seperti yang dibutuhkan oleh banyak perusahaan perusahaan di Karawang atau bahkan Jawa Barat, sehingga ‘outputnya’ bisa akan disalurkan ke perusahaan. Lain hal untuk penyerapan tenaga kerja tradisional, saya kedepan akan mengembangkan usaha-usaha kecil seperti yang sudah ada seperti di Dusun Pulosari, pengrajin tape singkong. Khusus mengenai masalah penyerapan tenaga kerja tradisional ini, tentunya kedepan saya ingin mengembangkan basis usaha-usaha kecil itu untuk dapat menyerap tenaga kerja yang lebih banyak bagi warga Kalangsurya.

3. Untuk bantuan anggaran dari pemerintah daerah, provinsi, dan pusat, terdiri alokasi dana desa, bagi hasil, dan anggaran dana desa, selama anda (calon nomor urut 1, 2, dan 3- red) memimpin nanti akan anda gunakan untuk kepentingan apa saja? Tentunya pula bagaiamana soal transparansi pemanfaatan anggarannya?

Jawaban Calon Nomor 2;
Digunakan untuk pengembangan Desa Kalangsurya. Tentunya prioritas yang sesuai kebutuhan, seperti infrastruktur dan prasarana sosial serta peningkatan sumber daya manusia (SDM) staff desa dengan pelatihan yang menambah ilmu maupun wawasan. Sedangkan terkait pelaporan pertanggugnjawaban yang akan digunakan dengan berbasis transparansi.

Jawaban Calon Nomor 3;
Mengenai anggaran dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, tentunya untuk menyalurkan anggaran tersebut, baik anggaran untuk fisik maupun simpan pinjam, tentunya tidak lepas dari musyawarah dusun (musdus) sehingga anggaran tersebut akan tersalurkan merata di seluruh dusun dan bermanfaat bagi seluruh warga Desa Kalangsurya. Soal transparansi, saya kira semua akan bertindak sama, yakni mengedepankan keterbukaan. Bahkan jika diperlukan, kedepan kita akan gandeng pihak-pihak berwenang untuk ikut mengawasi jalannya pembelanjaan Desa Kalangsurya.

4. Terakhir. Desa Kalangsurya yang bagaiamana yang anda (calon nomor urut 1, 2, dan 3- red) harapkan jika terpilih nanti?

Jawaban Calon Nomor 2:
Kepala desa yang bersosialisasi (low profile) dengan masyarakat akan mengutamakan informasi dua arah sesuai kebijakan/aturan serta tranparansi anggaran desa agar tidak pilih kasih terhadap pelayanan publik pada setiap usun-dusun lainnya. Prinsipnya pemerataan dan keadilan. Terimakasih.

Jawaban Calon Nomor 3;
Insya Allah, manawi aya izin ti Gusti Rido na Allah, konsep kedepan untuk Kalangsurya yang saya harapkan sederhana saja. Pertama semua pelayanan dibidang apapun harus maksimal. Kedua keadilan bagi seluruh warga Kalangsurya, merata. Jika setelah dua konsep tadi tercipta nanti akan timbul rasa persatuan seluruh warga Kalangsuria, sehingga jika bersatu tentunya untuk membangun desa akan mudah. Terimakasih.

Catatan Redaksi: Hingga berita wawancara ini ditulis, calon nomor 1 belum memberikan jawaban dari pertanyaan yang diteruskan oleh redaksi. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pengrajin Seruling Bambu Di Sudut Kota Lumbung Padi

KARAWANG – Berlokasi di seberang kantor Desa Sukaharja, Kecamatan Telukjambe Timur, Eman Geje, sapaan warga ...