Selama Hampir 5 Tahun, Apakah Sampah Menjadi Program Skala Prioritas Bupati?

KARAWANG – Alih-alih tak mau terpancing manuver politik jelang Pilkada tahun ini, Bupati menyatakan sikapnya untuk fokus menuntaskan tugasnya diakhir masa periode jabatan. Namun saking fokusnya, Bupati mungkin lupa jikalau persoalan sampah juga harus menjadi program skala prioritas Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang.

Karenanya dari tumpukan sampah yang berada di sekitar area Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Sampah dekat Taman Milenial itu, atau di bawah Jembatan Fly Over Ahmad Yani, Jatirasa Barat, Bupati kembali diingatkan bahwa persoalan sampah ini harus menjadi tanggungjawab bersama.

Maka ketika peran masyarakat sudah dilakukan, untuk membuang sampah pada tempatnya, tinggal bagaimana Pemerintah Daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) mengatur pengumpulan, pemindahan dan pengangkutan sampah dari TPS ke TPA, agar tidak menumpuk bahkan hampir menutupi sebagian jalan tersebut.

Sementara, Kepala Bidang Kebersihan, Pengelolaan Sampah dan Limbah, DLHK Kabupaten Karawang, Guruh Sapta, SKM. MM. mengungkapkan, jika persoalan sampah di TPS bahwa fly over itu sekarang sedang dilakukan uji coba mesin pengolah sampah yang secara kebetulan peralihan dari mesin sebelumnya ke mesin baru yang kapasitasnya lebih besar yakni 5 Ton. Maka, kenapa saat ini tumpukan sampah hingga sampai ke jalan, itu lantaran terhalang adanya mesin uji coba yang lama, kebetulan belum dibawa.

“Sementara Kita pun punya keterbatasan terkait dengan pengangkutan, yang jatahnya satu hari hanya satu rit/ritase, atau setara dengan kapasitas 6-7 Kubik Sampah. Sedangkan kondisi sampah di TPS tersebut, estimasi pengangkutan sampahnya lebih dari lima rit/ritase perhari,” ujarnya kepada Fakta Jabar saat melakukan pengecekan ke TPS Sampah bawah Fly Over, Senin (2/3).

Guruh menambahkan, bahwa keterbatasan tersebut juga dikarenakan kekurangan anggaran belanja, jadi bukan DLHK tidak konsen mengatasi persoalan sampah. Bahkan pihaknya sangat mengerti keinginan Bupati agar karawang ini bersih. Sedangkan, armada saja saat ini kondisinya memprihatinkan, bahkan dari jumlah total 63 Truk Sampah, dua diantaranya sudah tidak bisa beroperasi.

“Jadi Saya sedang berusaha nih, coba masukan proposal ke Bappeda. Artinya ada usaha untuk persoalan armada itu, semoga saja terketuk hatinya apalagi CSR Perusahaan kan bisa dioptimalkan. Apalagi bukan hanya Kesehatan dan Pendidikan saja, tetapi sampah juga perlu perhatian khusus. Kita memohon saja, soal realisasi mah kan urusan Beliau-beliau,” pungkasnya. (lil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kompetisi Pencak Silat Unsika Ajang Meningkatkan Prestasi Mahasiswa

Kompetisi Pencak Silat Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) tingkat nasional Karawang ...

%d bloggers like this: