Bongkar Dugaan Kartel Tenaga Kerja di Karawang Diduga Libatkan Oknum Pejabat Hingga Yayasan

Faktajabar.co.id – Adanya permainan kotor yang melibatkan berbagai pihak dalam proses penyaluran tenaga kerja.

“Saya kerap dijadikan kambing hitam. Seolah menjadi pihak yang paling bersalah. Padahal tidak memiliki Lembaga Pelatihan Kerja. Maupun Yayasan. Saya tegaskan kembali bahwa saya tidak pernah mencari keuntungan pribadi, hanya meminta agar masyarakat Karawang bisa bekerja tanpa harus membayar biaya tambahan yang kerap dipungut oleh pihak-pihak tertentu,” kata Syam Syam, aktivis peduli pengangguran di Karawang.

Ia juga menegaskan, “Dimata orang itu saya seakan menjadi orang yang paling bersalah, padahal saya tidak punya LPK/Yayasan. Saya tidak buat LPK/Yayasan, saya tidak minta apa-apa, cuma minta orang Karawang kerja secara gratis,” katanya.

Lanjut dia, adanya dugaan keterlibatan sejumlah oknum, mulai dari instansi dinas, LPK, outsourcing, yayasan, HRD perusahaan, kepala desa, hingga organisasi tertentu.

“Rantai panjang ini diduga membentuk semacam kartel yang memperdagangkan kesempatan kerja bagi masyarakat dengan biaya tertentu,”katanya.

Praktik semacam ini dinilai sangat merugikan para pencari kerja di Karawang, daerah yang selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Indonesia. Banyak warga berharap bisa bekerja secara layak. Namun, justru terbebani oleh pungutan liar yang dilakukan pihak-pihak tak bertanggung jawab.

Hingga kini, dugaan keberadaan kartel tenaga kerja tersebut terus menjadi sorotan publik. Tekanan masyarakat semakin menguat, mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk turun tangan membongkar dan menindak tegas praktik yang merugikan pencari kerja ini.(red/fj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Peresmian Sales Counter JNE di Ibu Kota Nusantara, Tanam 1.000 Pohon untuk Dukung Kota Hutan Berkelanjutan

Acara peresmian ini dihadiri oleh jajaran manajemen JNE, Eri Palgunadi ...