FAKTA.KARAWANG – Liburan di Karawang meningkat signifikan. Selama libur Natal dan tahun baru (Nataru), jumlah kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di Kabupaten Karawang, melonjak tajam. Hal itu berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi lokal, khususnya sektor UMKM, perhotelan, kuliner, dan jasa pendukung pariwisata.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karawang Abas Sudrajat, Minggu, 4 Januari 2026 dilansir dari pikiran rakyat.
“Dari data yang masuk hingga akhir pekan ini, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Karawang mencapai 17.330 orang. Jumlah tersebut meningkat 12,19 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya tercatat sebanyak 15.217 wisatawan,” ujar Abas.
Menurut dia, tren wisata pada libur Nataru kali ini menunjukkan perubahan pola konsumsi masyarakat. Sekarang ini wisatawan tidak hanya datang berkunjung, tetapi juga berbelanja cendera mata, kuliner, hingga menikmati hiburan bersama keluarga.
Abas menyebutkan, wilayah Karawang selatan menjadi promotor pertumbuhan ekonomi pariwisata, sebab di sana tersedia berbagai destinasi wisata alam, seperti Curug Cigentis, Green Canyon, dan kawasan glamping di perbukitan Sanggabuana. Hal itu mendorong tumbuhnya usaha warga, mulai dari homestay, warung makan, pemandu wisata, jasa parkir, hingga transportasi lokal.
“Di sana terlihat jelas dampaknya. Ekonomi masyarakat sekitar ikut bergerak. Banyak pelaku UMKM yang merasakan peningkatan omzet selama libur panjang,” katanya.
Tak hanya wisata alam, sektor wisata buatan dan urban juga berkontribusi besar terhadap pendapatan daerah. Sejumlah waterpark berskala besar di kawasan Galuh Mas dan Summarecon Emerald Karawang mencatat rekor kunjungan tertinggi. Dari sisi akomodasi, tingkat hunian hotel di pusat kota dan kawasan industri Karawang selama 2025 tercatat di atas 90%. Kondisi ini turut menyerap tenaga kerja temporer serta meningkatkan pendapatan sektor jasa.
“Hotel-hotel menggelar berbagai event besar, menghadirkan artis nasional, hingga paket keluarga malam tahun baru. Ini menunjukkan pariwisata Karawang mulai terintegrasi dengan industri hiburan dan ekonomi kreatif,” katanya.
Ia menambahkan, kolaborasi event kebudayaan dengan bazar UMKM di Lapangan Karangpawitan pada malam pergantian tahun baru juga mendongkrak perputaran ekonomi. Kendati demikian, pihaknya masih perlu melakukan banyak perbaikan untuk meningkatkan fasilitas dan destinasi hiburan yang ada di Kabupaten Karawang, terutama di wilayah Karawang utara, karena wisata pantai tengah menghadapi tantangan berupa cuaca ekstrem.
“Ke depan, kami akan fokus pada perbaikan sarana dan prasarana wisata pantai agar dampak ekonomi pariwisata bisa lebih merata dirasakan masyarakat,” pungkasnya.(red/fj)
Fakta Jabar Cerdas Mengupas Lugas Mengulas Selalu Menjadi Referensi