
Polres Karawang Pantau Puncak Arus Balik Nataru, Volume Kendaraan di Tol Jakarta–Cikampek Terus Meningkat
FAKTA.KARAWANG – Kepolisian Resor Karawang AKBP Fiki N. Ardiansyah melalui Kasi Humas IPDA Cep Wildan memantau proyeksi puncak arus balik libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 yang diperkirakan terjadi pada Minggu, 4 Januari 2026. Pada periode tersebut, volume kendaraan menuju wilayah Jabodetabek diprediksi mengalami peningkatan signifikan seiring berakhirnya masa libur dan dimulainya kembali aktivitas masyarakat.
Berdasarkan data lalu lintas, arus kendaraan dari arah Bandung yang melintasi Gerbang Tol Kalihurip Utama Jalan Tol Cipularang tercatat mencapai 76.203 kendaraan, atau mengalami kenaikan sekitar 32,17 persen dibandingkan kondisi lalu lintas harian normal.
Sementara itu, total kendaraan yang kembali memasuki wilayah Jabodetabek dari arah Trans Jawa dan Bandung melalui dua gerbang tol utama tercatat sebanyak 147.817 kendaraan, meningkat sekitar 30,91 persen dari volume lalu lintas normal.
Selama periode libur Nataru 2025/2026, tercatat sebanyak 2.638.186 kendaraan meninggalkan wilayah Jabodetabek. Data tersebut dihimpun dalam kurun waktu 16 hari, terhitung sejak Kamis, 18 Desember 2025 pukul 06.00 WIB hingga Sabtu, 3 Januari 2026 pukul 06.00 WIB.
Adapun hasil pemantauan volume kendaraan di Jalan Tol Jakarta–Cikampek pada hari ini sejak pukul 06.00 WIB hingga 18.00 WIB menunjukkan tren peningkatan signifikan. Data kendaraan yang melintas per jam tercatat sebagai berikut:
• Pukul 06.00–07.00 WIB: 2.174 kendaraan
• Pukul 07.00–08.00 WIB: 2.390 kendaraan
• Pukul 08.00–09.00 WIB: 2.582 kendaraan
• Pukul 10.00–11.00 WIB: 3.141 kendaraan
• Pukul 11.00–12.00 WIB: 4.232 kendaraan
• Pukul 12.00–13.00 WIB: 4.828 kendaraan
• Pukul 13.00–14.00 WIB: 5.386 kendaraan
• Pukul 14.00–15.00 WIB: 6.007 kendaraan
• Pukul 15.00–16.00 WIB: 6.549 kendaraan
• Pukul 16.00–17.00 WIB: 6.709 kendaraan
• Pukul 17.00–18.00 WIB: 6.757 kendaraan
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Polres Karawang telah menyiagakan personel dan melakukan langkah-langkah antisipatif guna menghadapi puncak arus balik, khususnya pada ruas tol dan jalur arteri yang melintasi wilayah Karawang. Upaya yang dilakukan meliputi pengaturan lalu lintas, pemantauan intensif di titik-titik rawan kepadatan, serta kesiapan sarana dan prasarana pendukung di lapangan.(rls/fj)
Fakta Jabar Cerdas Mengupas Lugas Mengulas Selalu Menjadi Referensi