Disnaker Karawang Laksanakan 32 Paket Pelatihan 512 Peserta

Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Karawang.

FAKTA.KARAWANG – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang menuntaskan seluruh rangkaian program pelatihan kerja yang digelar sepanjang tahun 2025. Program tersebut dilaksanakan dalam tiga tahap, dengan tahap terakhir rampung pada 19 Desember 2025.

Kepala Bidang Bina Pelatihan dan Produktivitas (Lattas) Disnaker Karawang, Puspita Wulansari menyampaikan bahwa pelatihan kerja ini telah dimulai sejak pertengahan 2025 dan digelar di berbagai titik wilayah Kabupaten Karawang guna memperluas akses masyarakat terhadap peningkatan keterampilan kerja.

“Secara keseluruhan, Disnaker Karawang melaksanakan 32 paket pelatihan dengan total 512 peserta. Setiap paket diikuti oleh 16 peserta dan disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri,” ujar Puspita.

Ia menambahkan, program pelatihan ini juga inklusif dengan melibatkan peserta penyandang disabilitas dalam dua sesi khusus. Adapun kejuruan pelatihan yang diselenggarakan cukup beragam, mulai dari bisnis dan manajemen, garmen apparel, pariwisata, tata kecantikan, teknik elektronika, teknik las, teknik listrik, refrigerasi, teknik otomotif, teknik alat berat, teknologi informasi dan komunikasi (TIK), satuan pengamanan, hingga bidang manufaktur.

Selain diarahkan untuk penempatan kerja, sejumlah lulusan pelatihan berbasis kompetensi (PBK) juga memilih jalur wirausaha mandiri. Beberapa di antaranya membuka usaha di bidang tata rias dan kecantikan, servis dan perawatan AC rumah tangga, tata boga dan barista, hingga jasa perbengkelan dan servis sepeda motor.

“Program ini memang dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kompetensi peserta, tetapi juga membuka peluang kerja yang lebih luas, baik melalui penempatan kerja maupun wirausaha,” jelas Puspita.

Sementara itu, Kepala Disnakertrans Kabupaten Karawang, Rosmalia Dewi mengungkapkan bahwa serapan tenaga kerja dari lulusan PBK menunjukkan hasil positif. Dari total lulusan, sekitar 183 orang atau sekitar 36 persen telah terserap ke dunia kerja melalui perusahaan-perusahaan yang bermitra dengan UPTD BLK Karawang.

Namun demikian, Rosmalia mengakui angka tersebut belum sepenuhnya menggambarkan kondisi riil di lapangan. Pasalnya, masih banyak alumni BLK yang telah bekerja namun tidak melaporkan status penempatannya kepada Disnaker.

“Pernah ada perusahaan yang membutuhkan sopir forklift, kami coba menghubungi alumni BLK. Ternyata hampir semuanya sudah bekerja, hanya saja tidak melapor,” ungkap Rosmalia.

Ia berharap ke depan, koordinasi dan pelaporan dari para alumni dapat ditingkatkan agar data penyerapan tenaga kerja dapat tercatat lebih akurat, sekaligus menjadi bahan evaluasi dan penguatan program pelatihan kerja di Kabupaten Karawang.(rls/fj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Anggota DPRD Akui Datangi DPMD saat Mediasi, Bantah Intervensi

FAKTA.KARAWANG – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Saidah Anwar, ...