Astaghfirullah, Jumlah Gay di Karawang Capai Lima Ribu

Ilustrasi

KARAWANG-Komunitas Lesbian Gay Biseksual dan Transgender (LGBT) di Kabupaten Karawang memang belum terdata dengan pasti. Namun keberadaan komunitas ini diyakini ada di daerah ini.

Berdasarkan data Komisi Penanggulangan Aids Daerah (KAPD) Kabupaten Karawang, untuk jumlah gay di Kabupaten Karawang berjumlah sekitar 5.297 orang. Jumlah tersebut dinilai belum mewakili seluruh gay di Kabupaten Karawang karena masih banyak dari mereka yang tertutup dan tersembunyi.

“Kalau titik-titiknya biasanya di wilayah keramaian yang menjadi tempat kumpul-kumpul seperti di Mal, Gor Panatayuda dan Lapangan Karangpawitan yang memang menjadi pusat keramaian dan kalau transaksi seksnya biasanya di hotel atau kamar kos,” ungkap Sekretaris KPA Kabupaten Karawang melalui Staf KPA, Yana Aryana saat dihubungi Fakta Jabar, Selasa (19/12).

Dijelaskan Yana, LGBT memiliki hubungan dengan penularan penyakit HIV/Aids, terutama hubungan sejenis antara lelaki dengan lelaki. Karena saat melakukan hubungan seksual sejenis, biasanya terjadi pendarahan.

“Angka estimasi populasi rawan tertular HIV pada tahun 2016 antara laki-laki seks dengan laki-laki sebanyak 5. 297 orang. Untuk data tersebut kami buat 4 tahun sekali dan untuk sebelumnya yaitu ditahun 2012 di Karawang terdapat 2. 625 orang, sehingga bisa dikatakan dalam empat tahun tersebut meningkat dua kali lipat. Sedangkan kalau masalah perilaku seksnya itu kan pada diri masing-masing, dan kita belum mengarahkan ke arah situ, masih dalam kesehatannya saja,” tambahnya.

Diakui Yana, untuk tahun 2017 pihaknya masih belum merekap data sementara jumlah kaum gay di Karawang, karena hal tersebut nantinya akan direkap di tahun 2020. Menurutnya, LGBT bisa disamakan seperti pecandu narkoba namun tetap bisa disembuhkan. Menurut dia, perilaku menyimpang itu bukan kodrat, tetapi lebih kepada dampak dari pergaulan remaja.

“Jadi bisa kok disembuhkan, tinggal niatnya aja seperti apa, dan butuh bimbingan,” ujarnya.

KPAD akan memberikan bimbingan kepada LGBT jika jumlahnya semakin bertambah. Bahkan, sambung Yana, organisasinya juga bisa memberikan rehabilitasi agar anggota dari komunitas tersebut terbebas dari ‘penyakitnya’.

“Jadi kalau sudah semakin banyak ada kemungkinan program dari KPAD bisa ke arah sana (rehabilitas) untuk LGBT,” tuturnya.(one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Tim Gugus Tugas: Penerapan AKB Melalui Tahapan Ketat

KARAWANG – Wakil juru bicara tim gugus tugas percepatan penanganan Covid-19, dr. Yayuk Sri Rahayu ...