Bulog Karawang Klaim Harga Beras Berangsur Stabil

KARAWANG – Operasi Pasar (OP) Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dilakukan Perum Bulog Sub Drive Karawang bersama Pemerintah Kabupaten Karawang, ternyata mampu meredam melambungnya harga beras di pasar. Selain itu, ditambah dengan adanya program Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Bansos Rastra), membuat harga beras semakin turun secara signifikan. Bahkan, pantauan awak media yang mengunjungi pasar, saat ini harga beras turun mulai kisaran Rp. 500 hingga Rp. 600 per-kilogram.

 

 

Kepala Bulog Sub Drive Karawang, Muhammad Syaukani mengungkapkan, tiga hari lalu pihaknya melakukan Launching Bansos Rastra, dan untuk di Kabupaten Karawang sendiri merupakan yang pertama di seluruh Kota/Kabupaten di Jawa Barat. Dengan harapan, pendistribusian Bansos Rastra dan OP CBP yang dilakukan akan berhasil meredakan inflasi harga bahan pokok beras saat ini. “Bansos Rastra merupakan program Pemerintah Pusat dalam rangka pendistribusian beras dengan kualitas medium secara gratis bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM),” ujarnya kepada Fakta Jabar, Senin (22/1).

 

Saukani menambahkan, total di tahun 2018 ini, sejumlah 30 Ribu Ton Beras Rastra akan digelontorkan Bulog untuk Wilayah Karawang dan Bekasi. Dengan pendistribusian diantaranya sebesar 1.453 Ton Beras Rastra Per-Bulan kepada 145.317 KPM se-Kabupaten Karawang. “Kurang lebih per-KPM mendapat 10 Kilogram beras Rastra dengan kualitas medium per-bulannya. Mudah-mudahan program tersebut juga mampu mengendalikan harga beras belakangan ini.” Jelasnya.

 

Masih Saukani menambahkan, terkait adanya rencana Pemerintah Pusat yang akan import sebanyak 500 ribu ton beras, justeru secara psikologis nyatanya mempengaruhi harga beras di pasar. “Untuk stok beras import sendiri sebenarnya belum ada, tetapi sepertinya pedagang sudah mulai berlomba-lomba untuk mengeluarkan stok beras dan menjualnya meski dengan margin yang cukup kecil, sehingga harga beras mulai menurun,” paparnya.

 

Sambung masih Saukani menambahkan, beras yang akan di import oleh Pemerintah itu sebenarnya hanya untuk Cadangan Pangan Pemerintah, jadi beras tersebut akan digelontorkan pada saat-saat tertentu saja dan untuk daerah-daerah tertentu saja, seperti daerah di luar produsen atau penghasil beras. “Jadi bukan untuk dialokasikan di Karawang dan daerah-daerah lainnya yang masuk dalam kategori wilayah penghasil beras. Karenanya tidak akan merugikan petani di Karawang. Terlebih dengan harga beras di Karawang yang saat ini sudah mulai meluncur turun,” tandasnya. (lil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Tiga Rekomendasi DPRD Karawang untuk Aspirasi Perangkat Desa

Karawang – Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kabupaten Karawang mendatangi ...

%d blogger menyukai ini: