Bupati Karawang Pulangkan TKW Pedes

KARAWANG – Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Dusun Langseb, Desa Kertaraharja, Kecamatan Pedes yaitu Sarah binti Rasim  kembali ke tanah air bertemu dengan pihak keluarga.

 

Sarah menjadi TKI 11 tahun lamanya.  Dia bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Negara Timur Tengahi ini mengalami nasib yang kian pilu. Dia mengalami sakit jantung. Perempuan 48 tahun ini sempat koma selama 3 minggu dari Desember 2017 lalu.

 

“Semenjak ibu saya di rawat di RS Adwani sepanjang Desember 2017. Keluarga diharuskan membayar biaya pengobatan ibu hingga 25 ribu riyal Saudi Arabia,” ujar anak kandung Sarah, Sandi saat dipertemukan dengan ibunya di Pemkab Karawang, Selasa,(23/1).

 

Bupati Karawang, dr. Hj.Cellica Nurrachadiana, mengatakan mendengar informasi tersebut pihaknya langsung menghubungi sejumlah orang yang sedang umroh. Salah satunya adalah Kabagops Polres Karawang, Kompol Prasetyo Purbo Nurcahyo.

 

“Begitu dengar kabar mengenai Ibu Sarah, saya ingat ada kabagops yang sedang umroh. Akhirnya saya minta Pak Kabagops untuk melihat langsung kondisi terakhir dari warga kami,” jelas Cellica.

 

Menurutnya, usai mekakukan umroh, Prasetyo beserta 3 orang lainnya lalu mengecek kondisi Sarah. Sayangnya, perempuan itu tak bisa langsung dipulangkan. Sarah harus membayar denda pelanggaran keimigrasian dan biaya rumah sakit senilai puluhan ribu riyal Saudi Arabia.

 

“Ibu Sarah dibebani biaya rumah sakit, denda TKI Ilegal (exit permit, red) ditambah ongkos pulang. Kalau dirupiahkan, jumlahnya mencapai Rp 180 juta ,” katanya.

 

Masih menurut dia, mendengar biaya tersebut Prasetyo menyampaikan kepada bupati, akan biaya Sarah di Saudi Arabia.”Dan kami pun langsung patungan mengumpulkan dana untuk kepulangan Sarah,” kata Cellica.

 

Cellica mengaku berhasil mengumpulkan dana hingga Rp 60 juta dalam waktu sepekan dari sumbangan masyarakat Karawang. “Tim Perlindungan TKI Kemenlu, berhasil melobby imigrasi Arab Saudi untuk membebaskan biaya exit permit Sarah senilai 10 ribu Riyal Saudi atau sekitar Rp 35 juta. Bantuan juga datang dari Rumah Sakit King Faisal Thaif. Rumah sakit itu menggratiskan biaya pengobatan Sarah hingga pulih,” jelasnya.

 

Cellica juga mengaku mentransfer sejumlah uang untuk memulangkan Sarah. “Uang itu didapatkan dari hasil patungan warga Karawang selama sepekan,” ungkapnya.

 

Ia berharap uang itu digunakan dengan baik, barangkali mau jualan di rumah. “Selain itu Cellica memberikan uang kepada sarah Rp 10 juta untuk usaha berjualan di rumah nya agar bisa memulai hidup yang baru dan punya bekal bersama keluarganya,” tandasnya.(cim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Faktor Ekonomi Sebagai Pemicu Pertama Kekerasan Perempuan dan Anak di Karawang

KARAWANG – Anggota DPRD Jawa Barat, Sri Rahayu Agustina menyebutkan setiap minggu, satu kekerasan terhadap ...