Ikuti Karya Tulis Nasional, Gadis Asal Karawang ini Tunaikan Umrah Gratis

KARAWANG – Tak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Ely Susantika, gadis berusia 24 tahun ini berangkat menunaikan ibadah umrah secara gratis dari salah satu produk kencantikan ternama di Indonesia. Diceritakan Ely, pemberangkatan ibadah umrah secara gratis itu, dimulai dari informasi produk kecantikan yang sedang menyelenggarakan lomba karya tulis pada bulan ramadhan lalu yang hadiahnya umrah gratis.

Dengan niat coba-coba, Warga Sentul, Dawuan Timur, Kecamatan Cikampek ini, mengikuti lomba tulis yang bertemakan “Ujian Terberat Saat Ramadhan” yang sudah ditetapkan dari panitia penyelenggara produk kecantikan tersebut. “Awalnya sih coba-coba. Eh kepilih hehe, Allhamdulillah di bulan November ini Insya Allah berangkat,” ungkap Ely kepada Fakta Jabar, Selasa (31/7).
Berikut karya tulis dari Ely Susantika yang menghantarkannya ke tanah suci mekkah:
“Ujian terberat saya saat ramadhan adalah ketika hari pertama ramadhan ibu masuk rumah sakit karena penyakit kanker payudara yang beliau derita. Satu minggu beliau dirawat dan akhirnya pihak rumah sakit pun membuat surat rujukan agar ibu pindah kerumah sakit yang lebih besar untuk bisa mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Akhirnya ibu pun pulang dengan kondisi yang masih memprihatinkan.
Setelah pulang, beliau istirahat dirumah selama dua hari. Di hari ke sepuluh ramadhan beliau berangkat untuk menjalani pengobatan kerumah sakit yang ada di Bandung dengan menyewa mobil ambulance. Berharap ibu bisa mendapatkan perawatan yang lebih baik dan bisa sembuh dengan cepat. Namun takdir berkata lain, dalam perjalan beliau sudah menghembuskan nafas terakhir. 
Rasanya seperti putus segala harapan dan penyeselan yang tiada henti.
Tiga tahun berlalu begitu cepat, hampir setiap harinya saya merindukan sosok ibu. Terutama saat ramadhan, meskipun sudah cukup lama berlalu kadang masih memberi luka yang sangat dalam bila mengingat kenangan ibu semasa beliau masih hidup. Namun saya tahu dan saya paham bahwa Allah lebih menyayangi ibu dan saya semakin sadar bahwa Allah tidak pernah memberikan ujian diluar batas kemampuan makhluknya. Hikmah dari ujian ini membuat saya menjadi lebih kuat dan mandiri tanpa sosok ibunda disamping saya, serta menjadi pelajaran untuk saya agar bisa lebih menjaga kesehatan.”
Meski begitu, menurut Ely, dalam ajang lomba karya tulis tersebut, saingannya tidak sedikit dan mahir dalam kuasa kata serta bahasa. Para peserta dari berbagai kota besar itu mengikuti ajang perlombaan karya tulis tersebut dengan sangat antusias membuatnya sedikit pesimis.
“Pesertanya banyak, ada yang dari Jakarta, Bandung, Bekasi, Cilegon, Garut, Klaten, serta karya tulisannya juga padahal bagus-bagus, dibandingkan dengan hasil tulisan saya. Tapi Allhamdulillah, semuanya karena Allah, jika Allah sudah berkehendak semuanya bisa jadi dari yang mustahil,” pungkasnya.(dpn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Herman Tenggelam di Waduk Jatiluhur saat Mancing

Faktajabar.co.id – Pencarian pemancing bernama Herman Suparman, warga Desa Margajaya, ...