Banyak Sekolah di Karawang Lakukan Piknik Berkedok Outing Class

KARAWANG – Jelang akhir semester ganjil banyak sekolah setingkat smp mengadakan piknik untuk siswa kelas 7 dan 8 yang berkedok outing class, modus tersebut demi melancarkan ijin dari disdikpora dan kepercayaan orang tua murid itu sendiri, istilah outing class sendiri artinya adalah belajar diluar kelas bukan piknik belaka, harus ada yang dihasilkan dari outing class tersebut.

Salah seorang tokoh masyarakat Karawang Ade Kosasih mengatakan, pihak sekolah sebaiknya jujur saja, kalau mau mengadakan piknik ya piknik saja jangan disebut outing class belaka, belajar di luar kelas itu artinya luas dan hasil dari outing class tersebut seperti apa, apalagi kegiatan outing class tersebut harus merogoh kocek orang tua siswa sampai ratusan ribu rupiah, “Jangan lah sampai memberatkan orang tua murid hanya untuk mendapatkan kelebihan dari kegiatan tersebut.” ucapnya.

Lanjutnya, pihak disdikpora sendiri juga harus lebih selektif dalam memberikan ijin kepada sekolah yang akan mengadakan outing class, hendaknya ditelaah terlebih dahulu, apa itu manfaat dan sisi negatif nya dari kegiatan tersebut, sebab pihak sekolah cukup piawai dalam membungkus kegiatan tersebut, sehingga terkesan outing class tersebut cukup rapi dengan siswa diberikan tugas belajar untuk hasil outing class tersebut. (her)

5 comments

  1. Memang prinsip pembelajaran tidak tergantung di dalam kelas dan kurikulum juga mengisaratkan pengertian pbm sangat luas ,artinya pbm bisa dilakukan diluar kelas ,memamfaatkan lingkungan , namun tidak harus jor joran ,dan setiap pbm harus di ada perencanaan dalam bentu RPP , nah kembali ke outng class tadi apakah ada tidak rpp nya , materi pembelajaran nya apa, tujuan yang hendak di capai ada gak. Pelaksanaannya outing nya di bimbing tidak ,dan perlu diketahui setiap materi pembelajaran waktunya terbatas ,intinya menurut saya itu hanya alasan , memang sah sah aja belajar di luar ,tapi kalau satu sekolah secara bersamaan itu diluar kontek pbm , itu darmawisata., kitu pendapat ama mah. Apalagi waktunya pada saat bukan hari libur. He he

  2. Sae kang, kadang anak anak dan guru guru perlu piknik atau studi tour atau outing class, kalau di negara lain mereka ke luar negeri.

    Dan beberapa sekolah swasta setingkat smp bahkan sd sudah melaksanakan outing class ke singapura, malaysia, thailand dll

  3. Betul biasanya sekolah mengkoordinir dan ada sharing yg mampu membantu yg tidak mampu

    Dan itu menjadi kebijakan sekolah

  4. Ya memang saya setuju ada penyegaran ,dan mampaatnya juga ada untuk pengetahuan siswa .cuman dikhawatirkan dengan krmampuan ortu siswa ,kecuali biaya oleh sekolah , maaf bukan saya ga setuju ,tapi kehawatiran aja dengan finansial ortu siswa. Saya lebih setuju konteknya darmawisata,kesannya jelas bagi ortu siswa ,tidak ada penafsiran lain lain .terima kasih mohon maaf

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

PKBM Assolahiyah Berkarya Wisata ke Monumen Tugu Kebulatan Tekad

Peduli Sejarah Proklamasi Kemerdekaan KARAWANG-Sebagai bentuk kepedulian terhadap warisan budaya bangsanya, baik berupa bangunan bersejarah ...