Ketua PCNU Menolak Bertemu Dengan Keluarga Ketiga Emak-Emak

KARAWANG –Setelah diamankan di Mapolda Jabar, ketiga orang ibu atau yang nge-hits disebut emak-emak, penyebar kampanye hitam kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, melalui keluarganya terus berusaha menemui Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Karawang. Seperti diketahui, selain adanya laporan kepada Pihak Kepolisian dari Masyarakat dan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin. Salah satunya adalah laporan dari Lembaga Pendamping Bantuan Hukum (LPBH) Nahdlatul Ulama (NU).

Ketua PCNU Karawang, KH. Ahmad Ruhyat Hasby, S,Ag. mengungkapkan, bahwa pihaknya sejak awal sudah berkomitmen untuk memerangi hoax, ujaran kebencian, fitnah dan sejenisnya. Oleh sebab itu, pihaknya menolak untuk mencabut laporan dan terus mendukung kinerja pihak berwenang. “Kami justeru mendukung pihak Kepolisian dan Kejaksaan dalam menangani persoalan ini, jadi harus terus diproses hingga ke persidangan,” ujarnya kepada Fakta Jabar, Selasa (26/3).

Kang Uyan, sapaan akrab Ketua PCNU Karawang itu menambahkan, pihaknya membenarkan adanya upaya-upaya dari pihak keluarga ketiga emak-emak penyebar kampanye hitam itu untuk melakukan pertemuan. Tetapi hingga saat ini, pihak PCNU terus menghindar lantaran menolak untuk mencabut laporan. “Pihak keluarganya terus berusaha menemui. Tapi saya pesankan tidak perlu mencari saya, karena kasus ini tidak mungkin saya cabut,” tegasnya.

Masih Kang Uyan menambahkan, pihaknya sejak awal sudah menghimbau untuk tidak menjadikan issue agama sebagai komoditas politik. Karena sangat bertentangan dengan nilai-nilai luhur NU yang memang sejak awal menjadikan agama sesuatu yang mulia, bukan sebagai ajang jualan politik. “Kita kemarin baru saja keliling dengan pihak Kepolisian ke beberapa Masjid, dalam rangka menolak Politisasi Masjid, jadi tidak boleh menjadikan Masjid sebagai tempat kampanye politik dan membawa-bawa Agama untuk kepentingan politik. Dan pesan ini terus disampaikan ke pengurus NU hingga ke ranting-ranting,” pungkasnya. (lil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

DPRD: Hanya 107 Perusahaan Laporkan CSR

KARAWANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menyebut dari ribuan perusahaan yang ada di Karawang ...