Caleg di Garut Ini Berjiwa Ksatria

Aris Kharisma Legowo dengan Hasil Pileg

Aris Kharisma

GARUT – Caleg dari Partai Amanat Nasional (PAN), Aris Kharisma yang bertarung di Dapil I, Kabupaten Garut menunjukan sikap ksatrianya. Kendati ia harus menelan pil pahit, karena gagal melenggang ke DPRD Kabupaten Garut, namun dirinya mengaku legowo.

Dengan sikapnya ini Aris Kharisma dinilai sebagai kader partai yang sangat dewasa dan petarung sejati. Bahkan Aris Kharisma disebut kader terbaik di Kabupaten Garut, karena dirinya tidak merasa rugi atau kecewa atas kekalahannya. Justru dia menunjukan sikap kedewasaannya dengan mengucapkan terimakasih kepada semua warga yang telah mendukungnya.

Aris Kharisma merupakan putra dari salah satu tokoh di Kabupaten Garut, almarhum Sukarna ND sekaligus pendiri salah satu perusahaan media elektronik Radio Antares. Sosok ini juga merupakan pendiri/deklarator DPD PAN Garut tahun 1998 lalu, bertepatan dengan lahirnya reformasi.

“Terima kasih buat 3.700 suara yang telah percaya dan menitipkan harapan dan membantu saya dengan ikhlas tanpa diberi apapun,” tandas Aris Kharisma saat berkumpul dengan sejumlah aktivis dan tokoh pemuda di Cafe Mang Ucup (MU), komplek pertokoan IBC, Garut Kota, Selasa (30/04/2019).

Dalam kesempatan itu, Aris Kharisma menitipkan permohonan maaf kepada semua pendukungnya, karena belum bisa memenuhi keinginan masyarakat yang menginginkan perubahan yang sering didiskusikan beberapa bulan ini.

“Mungkin bagi yang mendapatkan suara besar dan peluang masuk parlemennya besar, suara saya yang 3.700 itu terdengar kecil. Tapi bagi saya itu sangat besar. 3700 orang itu jika dibayangkan, orang berkumpul penuh di dalam gedung Graha Intan balarea dikali empat,” tandasnya.

Menurut Aris Kharisma, sebelumnya dia tak pernah membayangkan ada orang sebanyak itu menaruh harapan kepada dirinya yang bukan siapa-siapa.

“Sangat tidak tahu diri jika saya tidak berterima kasih telah dipilih dan dipercaya oleh orang sebanyak itu. Sekali lagi, terima kasih,” paparnya

Aris juga berpesan, kontestasi telah usai, tapi ingat bahwa perjuangan belum selesai. “Saya akan tetap berdiri bersama kalian. Selama kita belum berhenti memukul, artinya kita belum kalah,” pungkasnya. (Asep Ahmad).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Catat Sejarah Baru, Bupati Gelar Upacara HUT RI Ke-74 di Monumen Tugu Rengasdengklok

FAKTAJABAR.CO.ID – Pertama kali dalam sejarah kegiatan upacara peringatan hari kemerdekaan RI ke-74 dilaksanakan Pemerintah ...