Adira Finance Cirebon Kecewakan Debitur

CIREBON – Rasa kekecewaan nampak dari salah seorang Debitur Adira Finance berinisial KA (32), pasalnya terhitung dua kali ia harus menerima pelayanan kinerja yang kurang profesional dari salah seorang Oknum CMO/Surveyor Adira Finance Cabang Kota Cirebon.

Pria asal Kampung Kasepuhan – Kota Cirebon itu mengungkapkan, bahwa ia sudah menjadi pelanggan setia Adira Finance sejak lama, bahkan mengaku tidak pernah ada persoalan dan merasa puas menjadi Debitur Adira Finance sebelum-sebelumnya. Tetapi kini berbeda setelah bertemu Oknum Surveyor berinisial N.

“Ceritanya dimulai saat saya gadai BPKB Motor untuk kebutuhan modal usaha Istri berjualan selama Bulan Ramadhan. Sejak awal Pra Kredit, Surveyor itu tidak banyak menjelaskan kaitan dengan prosedur atau mekanisme kredit secara rinci, terkadang harus ditanya lebih dulu,” ujarnya kepada Fakta Jabar, Senin (10/6).

KA menambahkan, kekecewaan yang pertama lantaran saat Pra Kredit, Si Oknum Surveyor meminta tanggal jatuh tempo kepada Debitur, namun setelah Debitur menentukan tanggal jatuh tempo sendiri nyatanya tidak sesuai dengan perjanjian awal.

“Dia (Oknum Surveyor.Red) sendiri yang menawarkan saya untuk menentukan tanggal jatuh tempo pembayaran angsuran, ternyata tanggal jatuh tempo yang saya ajukan berbeda dengan sistem di Adira Finance. Beruntung saya memastikan lagi kapan saya harus membayar angsuran, jika tidak tentu akan terjerat denda berjalan,” paparnya.

Masih KA menambahkan, kemudian kekecewaan berikutnya mengenai pelunasan dini, Si Oknum Surveyor itu tidak memberi penjelasan sedari awal Pra Kredit. Bahkan Debitur sempat bertanya apakah ada Penalti ketika melakukan pelunasan dini, lalu dijawabnya tidak ada. “Tenor pinjaman saya 18 Bulan, tetapi berniat mengangsur hanya satu bulan kemudian pelunasan. Tapi saat ingin pelunasan dini, ternyata ada Penati yang harus dibayarkan. Jadi terpaksa harus lanjut mengangsur, karena anggaran yang diploting untuk pelunasan masih kurang,” tandasnya.

Akibat ketidak profesionalan Oknum Surveyor tersebut, KA terpaksa harus melanjutkan angsurannya karena belum siap dengan pelunasan dini yang direncanakan. Padahal sebelumnya selama berdagang, KA sudah menyiapkan sedikit demi sedikit bakal uang untuk menyudahi pinjamannya itu. Sementara Si Oknum Surveyor saat dikomplein via telepon selular justeru seolah melemparkan itu semua karena sistem, tanpa respon meminta maaf kepada Debitur.

Lebih lanjut, Supervisor Pinjaman Dana Adira Finance, Nicko Prawita lewat sambungan telepon mengatakan, permohonan maaf atas ketidak telitian salah sorang bawahannya itu, terlebih dengan tidak memberikan penjelasan secara detail kepada Debitur, lantaran baru bekerja dan kurang training. “Secara pribadi mohon maaf atas ketidak telitian anak buah saya, untuk masalah pra-Kreditnya. Ini juga jadi masukan ke saya untuk control buat anak-anak (bawahan.Red) agar di training lagi,” pungkasnya. (lil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Di Purwakarta, Pemkab Beri Satu Ambulan Satu Desa

PURWAKARTA – Di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, setiap satu desa menerima bantuan 1 unit mobil ...