Wakili Jawa Barat di Sail Nias Expo 2019 Sumut, Bumdes Bengle Sejahtera Pamerkan Budidaya Maggot dan Tepung

KARAWANG – Sejumlah produk unggulan Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes) Bengle Sejahtera yang sempat menjadi perhatian tim Kementrian Desa, Pembangunan Desa Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia, jadi wakil Provinsi Jawa Barat di ajang Sail Nias Expo, 11-14 September 2019 di Lapangan Orurusa, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara.

Sail Nias 2019 Expo di Sumatera Utara tersebut, merupakan wujud pengembangan potensi wisata bahari sehingga menjadi sumber kemakmuran masyarakat Indonesia.

Kepala Desa Bengle, Lia Amalia, mengatakan, dirinya merasa senang karena dengan Kementrian Desa Pembangunan Desa Tertinggal, dan Transmigrasi Indonesia memfasilitasi Desanya mengenalkan produk-produk warga binaannya ke daerah lain.

“Desa Bengle, Kecamatan Majalaya menjadi satu satunya Desa dari Karawang dan Provinsi Jawa Barat yang diundang menampilkan produk unggulan kemandirian Desa di Nias. Seharusnya ada dua Desa dari Jabar yang ikut, yaitu Desa Sedari dan Bengle. Tapi yang hadir mengikuti hanya Desa Bengle saja,”kata Lia, Kamis (12/9).

Lia menambahkan, pada Sail Nias Expo 2019 ini, Desa Bengle memamerkan Budidaya Maggot dan Tepung, yang saat ini sedang dikembangkan dan diproduksi oleh BUMDes Sejahtera Bengle.

“Maggot ini berupa ulat yang diternak. Ternyata jika dikelola dan diolah sangat banyak manfaatnya dan bernilai ekonomis. Budidayanya juga tidak terlalu memakan banyak modal,”ungkapnya.

Lia menuturkan, maggot hasil budidayanya itu dapat diolah menjadi Tepung Maggot, yang kegunaannya untuk campuran pakan ternak.
Sedangkan, lanjut Lia, Maggot segar dapat langsung dimanfaatkan untuk pakan ternak secara langsung.

“Bahan, cangkang , kotoran dan keringat maggot bisa diolah menjadi pupuk organik. Lebih jauh, maggot bisa diproduksi dan diolah menjadi pelet (pakan ternak olahan) , sabun, hingga Kopi,” ungkap Lia.

Lia berharap, selepas Sail Nias Expo ini, pihaknya secara langsung mengundang dan mengajak pihak ketiga untuk bekerjasama mengolah dan mengembangkan industri ternak maggot di Desa Bengle.

“Kami juga melaporkan kepada pemerintah daerah maupun pusat bahwa produk dan kegiatan ini perlu pengembangan dan peningkatan kelayakan,”tutupnya.

Lia menambahkan, selain Maggot, pihaknya juga memamerkan hasil karya bank Sampah Desa Bengle berupa tas, karpet, dan paving blok berbahan baku sampah plastik. (one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Bagaimana Pendidikan Seksual Menurut Islam untuk Anak

JAKARTA – Pendidikan seks untuk anak masih dianggap tabu. Padahal, pendidikan seperti ini bisa membuat ...