Oknum Wakil Rakyat Akui Sebagai Debitur Menunggak di PT. LKM

KARAWANG – Meski redaksi merahasiakan namanya dan menyebutnya sebagai Oknum agar tidak terkesan negatif secara institusi, tetapi pengakuan salah seorang Wakil Rakyat ini sangat mengejutkan. Dengan demikian PT. Lembaga Keuangan Mikro (LKM) tak dapat ngeles lagi, hal ihwal Debitur yang menunggak diangka Seratus Juta Rupiah, bahkan Debitur tersebut menjabat sebagai Dewan Yang Terhormat di Parlemen.

Meski tidak menjadi persoalan jika “Seorang Pejabat” itu menjadi Debitur PT. LKM, tetapi permasalahannya adalah menunggak, sedangkan publik menilai dana Seratus Juta Rupiah jika digulirkan kepada puluhan pengusaha mikro untuk penyertaan modal usaha, tentu akan terasa manfaatnya sebagai stimulan.

Sementara, Oknum Pejabat tersebut berdalih, penyebab tunggakan di PT. LKM karena sebelumnya pembayaran angsuran dipotong melalui gaji yang diambil melalui Bendahara Kesetariatan, tetapi setelah proses penggajian langsung masuk ke rekening pribadi dan tidak terpotong, disitu lah baru ada persoalan dalam membayar angsuran. Alih-alih banyak kebutuhan hingga akhirnya berimbas pada pembayaran angsuran di Lembaga Keuangan Milik Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang itu.

“Ya itu mah murni minjem Lur, dipotong gaji kabeh, ayeuna gaji langsung masuk rekening jadi teu melalui bendahara gaji kitu. Tapi keur neangan Saya ge rek mayarna ni rame erakeun,” ujarnya saat dikonfirmasi Fakta Jabar, Rabu (25/9).

Walau pun menjabat sebagai Anggota Dewan, ia mengaku tidak serta merta mendapatkan pinjaman dengan plafon besar, melainkan bertahap mulai dari dua puluh lima juta rupiah, kemudian lima puluh juta rupiah, hingga akhirnya sebesar seratus juta rupiah. Kendati demikian, ia menyangkal jika menerima saratus juta rupiah lantaran jumlah itu disebutnya sudah beserta total bunga plus denda tunggakan. “Saya minjem ti periode awal Lur. Udah lama seratus teh lain minjem meunang saratus,” pungkasnya.

Sering Tutup

Sementara nasabah PT LKM yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Karawang disebut sebut mulai resah dengan pelayanan yang dilakukan salah satu kantor kas unit pembantu.

Menurut salah satu nasabah yang minta dirahasiakan identitasnya menyebutkan jika pihaknya mulai khawatir karena kantor kas di Tegalwaru sudah mulai jarang buka sedangkan tidak sedikit warga yang menyimpan uangnya di cabang tersebut.

Dari pesan singkat watsapp yang dikirim ke redaksi Fakta Jabar tertulis “Assalamualaikum punten,  info saja klo kantor kas tegalwaru kondisinya sekarang jarang buka, masyarakat resah karena sudah ada banyak nasabah tabungan yang mulai merasa khawatir dikarenakan kantor jarang buka sementara mereka terus menabung ketika petugas pemupul tabungan pick up dana nasabah alias jemput bola ke rumah nasabahnya” tulis narasumber. (one/lil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Produk Isuzu Traga Menjadi Ekspor Perdana

KARAWANG – Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo meresmikan ekspor perdana dari produk Isuzu ...