Tutup Operasi PT LKM Tirtajaya Akibat Dana Kantor Habis

KARAWANG – Menyusul protes staf Desa Pisangsambo, Kecamatan Tirtajaya, Kabupaten Karawang, akibat gedung kantor cabang PT LKM Tirtajaya tidak operasi selama satu tahun, informasi terus masuk ke meja redaksi Fakta Jabar.
Satu nara sumber menyebut tutupnya Cabang LKM Tirtajaya akibat dana kantor habis dan sampai saat ini belum diselesaikan.

Kepada Fakta Jabar, nara sumber yang menolak disebutkan namanya ini mengungkapkan, kantor cabang LKM Tirtajaya ditutup sementara dan kemudian menginduk ke kantor cabang LKM Pakisjaya, letak persisnya bersebelahan dengan lokasi sekolah MAN Batujaya.

“Kantor Tirtajaya sementara pindah ke wilayah Batujaya, tepatnya di sebelah MAN Batujaya, kantor Tirtajaya tutup dikarenakan sudah gak ada lagi dana untuk membiayai operasional kantor tersebut karena dana kantor habis,” tulis nara sumber menginfokan ke meja redaksi.

Mengungkap lebih dalam, nara sumber menerangkan jika tutupnya cabang LKM Tirtajaya akibat ‘fraud’ atau pelanggaran pimpinan cabang. Ironisnya, lanjut sumber, permasalahan ini belum diselesaikan sampai hari ini.

“Kena froud pimpinan cabangnya yang sampai sekarang belum terselesaikan.
Sudah dua bulan ini dari LKM pusat di Karawang memang mencoba menghidupkan kembali operasionalnya karena sudah sama sekali gak ada kegiatan yang berlangsung. Kasihan nasabah Tirtajaya yang bingung mau ambil uang kemana,” jelas sumber.

Menjawab pertanyaan, sumber meneruskan informasi bahwa saat ini hanya tersisa dua staff cabang di LKM Tirtajaya yang masih bertahan. Kedua staf tersebut juga sekaligus saksi jika cabang Tirtajaya alami bangkrut akibat fraud pimpinan cabang.

“Kalau berkenan silahkan team Fakta Jabar datang saja ke kantor Batujaya, nanti akan melihat sendiri kondisi kantor beserta operasional seperti apa disana,” tantang sumber. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

DPRD: Hanya 107 Perusahaan Laporkan CSR

KARAWANG – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menyebut dari ribuan perusahaan yang ada di Karawang ...