Sebelumnya Dedi Mulyadi Tantang Cellica di Pilkada 2020, Sekarang Sukur Mulyono Dukung Cellica di Pilkada 2020

KARAWANG – Sepertinya bukan sekedar kebetulan jika ungkapan Politik Dinamis itu ada, karena pernyataan Ketua DPD Gollkar Provinsi Jawa Barat, H. Dedi Mulyadi, SH. di media sebelumnya mengatakan akan mempersiapkan kader terbaik di Karawang untuk menantang Cellica di Pilkada Karawang 2020, saat ini menjadi dinamis oleh sebab ungkapan Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Karawang, H. Sukur Mulyono, SH. yang akan mendukung Cellica di Pilkada 2020.

Mulyono menjelaskan, ketika pihaknya mengusung atau memberikan sebuah dukungan tentu harus disertai dengan kepentingan partai, yakni sebuah kemenangan partai. Jika Pilkada lalu Partai Golkar tidak mengusung kadernya meski pun terbuka bagi siapa pun kader, tetapi untuk Pilkada 2020 pihaknya akan mendukung Calon yang memiliki tingkat popularitas, akseptabilitas, kapabilitas dan elektabilitas tinggi. “Golkar akan mengusung Calon yang kira-kira menang dan yang berpengalaman,” ujarnya kepada Fakta Jabar, Senin (7/10).

Mulyono menambahkan, jika menilik Petunjuk Pelaksana (Juklak) Partai Golkar, untuk mengusung Bakal Calon dalam Pilkada terdapat dua persyaratan, diantaranya persyaratan umum yaitu bagi non kader dan ada persyaratan khusus yaitu bagi kader, berarti bisa umum dan bisa khusus. “Kita sifatnya hanya rekomendasi usulan Bakal Calon, untuk finalisasinya ada di DPP Partai Golkar,” paparnya.

Secara pribadi, masih Mulyono menambahkan, ia mendukung pertahana dr. Cellica Nurrachadiana sebagai Bakal Calon Bupati Kabupaten Karawang periode Tahun 2020 – 2025. Namun ini baru dukungan secara pribadi, belum resmi kepartaian sebab pihaknya belum merekomendasi Ketua DPC Partai Demokrat Karawang itu untuk diusulkan kepada DPP Partai Golkar. “Secara kepartaian pun akan memilih siapa yang bakal menang, kemudian siapa yang berpengalaman dan siapa yang punya rasa cinta terhadap masyarakat karawang,” jelasnya.

Sambung masih Mulyono menambahkan, pihaknya akan selalu tetap berharap pada sosok pemimpin yang punya cinta dan kasih sayang, khususnya kepada masyarakat. Bukan kepada sosok pemimpin yang ucapnya, sifatnya dan sikapnya selalu menimbulkan kontroversial dan kontradiktif di tengah-tengah masyarakat. “Sehingga ketika ada rasa cinta dan kasih sayang, otomatis akan lebih fokus terhadap pembangunan sebagai wujud dari rasa cinta dan kasih sayang,” pungkasnya. (lil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Ciptakan Situasi Kondusif Jelang Pelantikan Presiden, Polres Karawang dan PCNU Gelar Dzikir dan Do’a Bersama

KARAWANG– Ribuan masyarakat tumpah ruah mengikuti kegiatan Dzikir dan Do’a bersama untuk Bangsa yang dilaksanakan ...