Data Luas Sawah Dikoreksi, Ada Tambahan Dari 7,1 Hektar

FAKTAJABAR.CO.ID – Kementerian ATR/BPN akan merilis data koreksi luas lahan baku sawah pada Desember tahun ini. Kemungkinan akan ada penambahan luas lahan.

Menteri ATR Sofyan Djalil mengungkapkan pihaknya sudah melaksanakan verifikasi di 20 provinsi penghasil beras utama. Data terakhir BPS, luas lahan baku sawah seluas 7,1 juta hektare.

“Ada penambahan [luas lahan] tapi angka finalnya nanti Desember,” kata Sofyan di kantornya, Kamis (31/10/2019), dikutip dari cnbcindonesia.

Sofyan mengatakan sudah memiliki data yang disepakati bersama BPS, BIG, Kementan ,dan ATR/BPN. Namun, karena masih dalam perhitungan, data koreksi belum bisa diumumkan sekarang.

Menurut Sofyan, interpretasi mengenai data yang dirilis merupakan sesuatu yang umum. Maka dari itu, verifikasi ke lapangan diharapkan bisa menambah keakuratan.

“Di lapangan barangkali penafsiran data itu bisa beda, maka yang kita ragu, kita cek. Hasil itu akan terbukti, apakah itu sawah atau bukan. Begitu ke lapangan ternyata sawah. Nanti tunggu saja, akan ada perbaikan tentu, perbaikan ke atas atau bawah,” kata Sofyan.

Adanya data koreksi luas lahan baku sawah juga ditunggu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo tengah berupaya menyelesaikan data pertanian dalam 100 hari kerjanya sebagai menteri. Hari ini, dia telah bertemu Sofyan Djalil.

“Sesuai perintah menteri ATR, kita sudah bisa umumkan dan beliau tanda tangan, kalau begitu data yang di tandatangani menteri ATR itulah yang kita pakai, yang menjadi keluaran UU yang bisa dipedomani data BPS, itu dipakai oleh negara. Mentan nggak punya data yang lain selain itu,” kata Syahrul.

Selama setahun belakangan, data pertanian menjadi polemik lantaran terdapat perbedaan data antara Kementerian Pertanian era Amran Sulaiman dan Badan Pusat Statistik (BPS).

Padahal data menjadi basis penting dalam menentukan keputusan misalnya menyangkut alokasi pupuk subsidi dan kebijakan penentuan tata niaga dan impor di sektor perdagangan. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Defisit APBN Tembus Rp289 T per Oktober 2019

FAKTAJABAR.CO.ID – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) ...