Tanggapi Polemik Pasar Johar VS Dewan, Ketua DPRD Akan Memfasilitasi dan Menggelar Pertemuan

KARAWANG – Setelah insiden pengusiran saat Inspeksi Mendadak (Sidak) sejumlah Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Karawang yang terjadi beberapa waktu lalu oleh sejumlah Oknum Pengurus/Keamanan Pasar Johar, yang disertai perkataan tak pantas hingga sempat viral di Media Sosial (Medsos), sepertinya mulai nampak itikad baik dari pihak Pasar Johar dengan melakukan klarifikasi. Demikian ungkap Ketua DPRD Kabupaten Karawang, Pendi Anwar, kepada Fakta Jabar, Kamis (5/12).

“Sudah ada klarifikasi ke Saya, bahwa Si Oknum tersebut ingin meminta maaf kepada Lembaga (DPRD). Karena Saya masih reses, nanti Saya fasilitasi lah kita sambut baik itikad baiknya,” ujarnya.

Politisi asal Partai Demokrat itu mengungkapkan, bahwa manusia tidak luput dari kekhilafan akan tetapi tentunya ia akan tetap mempertemukan Pihak Pasar Johar dengan minimal Para Pimpinan Fraksi DPRD Kabupaten Karawang. “Dari pihak Pasar Johar sudah ada itikad baik nih untuk meminta maaf, nanti itu kita fasilitasi, setelah selesai melaksanakan agenda reses,” jelasnya.

Dengan adanya itikad baik tersebut, Pendi menambahkan, tentunya ia merasa bersyukur jika pihak Pasar Johar ternyata telah menyadari sendiri atas kesalahannya, karenanya secara kemanusiaan pihaknya juga berhak untuk memaafkan. “Sudah mengakui salah dengan mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Tetapi untuk masalah pengelolaan Pasar Johar, itu ranahnya tetap perlu dibahas di Rapat Dengar Pendapat (RDP),” tegasnya.

Masih Pendi menambahkan, pihaknya akan menyambut baik perihal permohonan maaf dari pihak Pasar Johar, sedangkan perihal aspirasi masyarakat, tetap akan ditindak lanjuti. Seperti pengelolaan berpola Build Operate and Transfer (BOT), kemudian bagaimana dengan para pedagang yang belum mendapatkan kiosnya, semua tetap akan dipertanyakan kepada pengelola Pasar Johar dalam hal ini PT. Senjaya Rejeki Mas (SRM). “Kenapa dan kendalanya seperti apa, kita ingin tahu. Karena itu kan berdampak bagi masyarakat yang punya kios, sudah membayar tapi belum dibangunkan kios,” pungkasnya. (lil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Dari Puluhan Peserta UKW PWI Karawang Nyatakan Satu Wartawan Belum Kompeten

KARAWANG – Uji Kompetensi Wartawan 2020 rampung dilaksanakan. Dari 26 peserta, seorang wartawan dinyatakan belum ...