DPRD Karawang Protes Pengurugan Sungai Cibeet Untuk Pembangunan Water Park

KARAWANG – Setelah viral di media sosial (medsos) beberapa waktu lalu, perihal kabar adanya proyek pembangunan Water Park yang diduga melakukan pengurugan sebagian aliran Sungai Cibeet, tepatnya di Kampung Ciranggon, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat , akhirnya menuai protes dari berbagai kalangan, termasuk DPRD Kabupaten Karawang.

Bagaimana tidak, sebab pembangunan Water Park itu dianggap hanya mengkaji bagaimana meraup keuntungan saja tanpa mengkaji seperti apa dampak kerugiannya bagi Warga Karawang. Lantaran lokasi tersebut berbatasan dengan Kampung Leuwisisir, Desa Mekarmulya, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, yang hampir setiap musim penghujan wilayah itu menjadi langganan banjir akibat meluapnya air di Sungai Cibeet. Bahkan, dengan kondisi seperti itu saja musibah banjir sudah mencapai ketinggian 3 hingga 4 Meter, bagaimana jika ditambah penyempitan Sungai Cibeet.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Karawang, H. Endang Sodikin, S.Pd,i. MH. menegaskan, pihaknya tidak setuju dengan pengurugan sebagian Sungai Cibeet yang diduga untuk pembangunan Water Park karena membuat Daerah Aliran Sungai (DAS) Cibeet ini semakin menyempit. Sehingga, khawatir akan berpengaruh pada aliran sungai Cibeet yang tidak optimal, terlebih bisa menjadi petaka bagi Masyarakat Karawang dikemudian hari.

“Kami menduga (pembangunan water park.Red) ini belum melakukan kajian pertimbangan teknis, karena ini kan banyak faktor-faktor lain terutama konteksnya adalah bersinggungan dengan Kabupaten Karawang,” ujarnya kepada Fakta Jabar, Jumat (24/1).

Namun demikian, Endang mengaku telah berkordinasi dengan rekan DPRD Kabupaten Bekasi, bahkan ia pun mengungkapkan apresiasi langkah Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi yang akan mempertanyakan kepada pihak BPN Kabupaten Bekasi kaitan dengan perizinan dan lain sebagainya. Selain itu, pihaknya berharap Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Jawa Barat lebih bijak dalam menyelesaikan persoalan Sungai Cibeet tersebut, karenanya perlu melibatkan dan berkordinasi juga dengan Kabupaten Karawang.

“Kami terus monitor, insya Alloh diminggu depan kita akan menyempatkan waktu untuk kesana (lokasi pembangunan water park. Red) kaitan dengan penyempitan Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Cibeet,” pungkasnya. (lil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Musrenbang Perspektif Gender Menuju Pembangunan yang Adil & Merata

KARAWANG – Musyawarah Perencanaan dan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2020 tingkat Kabupaten resmi dibuka oleh Wakil ...