Pengungsi Di Tenda Darurat Masih Bertahan Dengan Bantuan Seadanya

KARAWANG – Kondisi genangan air terkini di beberapa area pemukiman penduduk belum juga surut pasca bencana banjir yang melanda di beberapa wilayah kecamatan se Kabupaten Karawang, bahkan ratusan warga di Kecamatan Rengasdengklok masih memilih bertahan di tenda-tenda alakadarnya yang terbuat dari terpal dan bambu sejak banjir, Rabu (26/2). Tak hanya anak dan orang dewasa, melainkan bayi yang baru menginjak tiga bulan pun turut diungsikan di tenda-tenda tersebut.

Banyak macam kebutuhan yang di perlukan dan masih minim dirasakan warga sejak berada di posko banjir Jalan Katalaya Rengasdengklok, seperti perlengkapan bayi dan kesehatan. Seperti yang dikatakan Siti Maryam (23) warga Dusun Kalijaya II, Rengasdengklok Utara, dirinya mengaku sudah tiga hari berada di tempat pengungsian bersama dua anak dan suaminya, tapi sampai Hari Rabu (26/2) belum ada bantuan untuk keperluan anaknya agar tetap dalam keadaan sehat.

“Kalau kata dokter bayinya sehat, tapi baru ada yang ngasih pempers satu bal aja, padahal saya butuh kayu putih sama selimut,” jelasnya, Rabu (26/2).

Sudah menjadi rahasia umum saat tinggal di pos banjir, para pengungsi akan merasa kedinginan, apalagi lokasinya tak jauh dari aliran sungai Citarum yang masih banyak pohon.

“Kalau dingin udah pasti, namanya juga tidur di tenda, terus banyak nyamuk, sering anak (bayi) saya kalau malam suka digigit nyamuk,” katanya.

Mahmudin (32), suami dari Siti Maryam menceritakan, dirinya terpaksa membawa anaknya yang belum genap tiga bulan itu ke pengungsian. Pasalnya rumahnya terenadam banjir setinggi dada orang dewasa. Namun katanya saat ini air sudah mulai surut dengan ketinggian sepaha.

“Waktu pertama mulai banjir (Minggu) paginya saya langsung bawa anak saya ke sini pakai payung soalnya waktu itu gerimis,” ujarnya.

Tak heran jika warga yang terdampak banjir ini juga kerap mengeluh soal penyakit gatal-gatal, dikarenakan air hujan tersebut sudah tercemar dengan sampah maupun kotoran lainnya dari saluran pembuangan warga.

“Dari puskemas udah ngasih salep (gatal), tapi kita bulak balik (jalan) di air terus, malahan dalam rumah juga udah banyak yang sakit kutu air,” Katanya.

Di tempat berbeda Camat Rengasdengklok, Sri Redjeki mengatakan sampai saat ini pihak kecamatan belum mengupdate data terbaru pengungsi, sedangkan untuk jumlah bayi yang berada di posko-posko banjir, ia menyarankan untuk menghubungi langsung pihak puskemas.

Sementara untuk mendapatkan data jumlah bayi yang tinggal di pengungsian dan warga yang terkena penyakit saat banjir ini, awak media mendatangi Puskesmas wilayah kerja Rengasdengklok, namun tidak berhasil menemui Kepala Puskesmas Rengasdengklok mauapun Kasubag Tata Usaha. Pasalnya mereka tengah berada di luar Puskesmas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pemuda Asal Bojonegoro Diamankan Polres Karawang Karena Cabuli 6 bocah Bawah Umur

KARAWANG– Cabuli 6 bocah di bawah umur, pemuda berusia 22 tahun asal Bojonegoro, Jawa Timur ...