Viral, Salam Dua Jari Kemenag Karawang Disorot Publik

KARAWANG – Kepala Kemenag Karawang H.Sopyan viral dan menjadi sorotan publik. Hal demikian gara-gara Kemenag foto bersama dengan incumben dr. Cellica Nurrachadiana. Foto itu menunjukan salam dua jari (salam dua periode).

Kemudian pimpinan PNS di Kemenag Karawang ini juga kedapatan selalu mengkampanyekan nama Cellica Nurrachadiana dalam setiap kegiatan peresmian kampung santri yang dilakukannya.

Termasuk hari ini viral dimedia sosial, video Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Karawang, H. Sofyan, sosialisasikan Bupati Karawang dalam acara keagamaan, Rabu (04/03).

Video yang berdurasi 44 detik itu diketahui saat perhelatan acara di Kecamatan Rengasdengklok. Dalam video itu terdengar Kepala Kemenag Karawang menyampaikan sambutannya dengan berpantun yang berbau mensosialisasikan Bupati Cellica.

“Tanjungpura ke Batujaya. Lewatnya Tunggakjati. Kegiatan keagamaan semakin jaya. Sejak Teh Celi bupati.”

Dikirim oleh Samosir Gagah pada Selasa, 03 Maret 2020

Tak hanya berpantun, orang nomor satu di Kemenag Karawang itu juga terdengar melontarkan kalimat seakan sedang merayu. Tidak tau jelasnya siapa yang dimaksud dirayu itu.

“Kalau tadi ustad merayu, saya juga tidak kalah merayu.”

Kendati pujian yang disampaikan H. Sopyan ini ditujukan kepada Cellica Nurrachadiana yang notabene sebagai Bupati Karawang. Namun faktanya kalimat pantun yang disampaikan H. Sopian di publik ini mendapatkan sorotan dari para relawan rival Cellica Nurrachadiana di Pilkada, yaitu para relawan Kang Jimmy (H. Ahmad Zamakhsyari). Salah satunya adalah Raja Merah (Relawan Ahmad Zamakhsyari Jalur Merah) yang sempat menyindir kalimat pantun H. Sopian dalam status media sosial facebook.

“Meuni acleng-aclengan etah PNS nu hayang berpolitik praktis, kade tijalikeuh mang (sampe loncat-loncatan itu PNS yang ingin berpolitik praktis, awas jangan sampai kena getahnya mang,” tulis status facebook @Raja Merah yang menyindir kalimat pantun pidato H. Sopian.

Dalam sindiran status facebook yang lain, Raja Merah juga menulis : “Oknum PNS nu ilu biung urusan politik praktis hayangeun virus CORONA mreun… (oknum PNS yang ikut campur urusan politik praktis sepertinya ingin terkena virus CONORA…),” sindir akun facebook @Raja Merah, dengan tambahan emot tertawa.

Di kesempatan berbeda, Ketua Umum GP Maskar (Gerakan Perubahan Masyarakat Karawang), Ritchie Freddy Suntara juga sangat menyesalkan sikap politik praktis yang menurutnya terlalu kentara ditunjukan oleh Kepala Kemenag Karawang ini.

Terlebih ditegaskan Freddy, sebelumnya Kepala Kemenag, H. Sopian memang diisukan akan menjadi pendamping atau calon wakil bupati dari pencalonan Cellica Nurrachadiana di Pilkada 2020.

“Kalau soal kalimat pantun yang disampaikan H. Sopian sih mungkin masih bisa ambigu penafsirannya. Tapi kan sebelumnya ada foto beliau berfose salam dua periode dengan Cellica Nurrachadiana langsung. Foto ini jelas menunjukan sikap politik praktis H. Sopian untuk mendukung Cellica di Pilkada. Padahal beliau kan statusnya PNS,” tutur Freddy.

Padahal ditegaskan Freddy, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 42 Tahun 2004, tentang pembinaan jiwa korps dan kode etik Pegawai Negeri Sipil (PNS), setiap PNS dilarang melakukan perbuatan yang mengarah pada keberpihakan salah satu calon atau perbuatan yang mengindikasikan terlibat dalam politik praktis/berafiliasi dengan partai politik.

“Sikap kita yang sangat menyayangkan H. Sopian ini bukan berarti karena alasan kita sebagai Relawan Kang Jimmy. Tapi karena persoalan H. Sopian yang notabene merupakan PNS yang harus menjaga netralitas dalam setiap momentum politik apapun. Apalagi beliau ini pimpinan tertinggi Kemenag Karawang yang harus menjadi contoh buat bawahannya. Malu atuh Kang Haji sama bawahan,”Sindir Freddy.(red)

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Kejari Lakukan Pengawasan Realokasi & Refocusing Anggaran Covid-19

KARAWANG – Kejaksaan Negeri Kabupaten Karawang melakukan pengawasan terkait realokasi dan refocusing anggaran percepatan penanganan ...