Penjahat Berpikir Dua Kali, Kriminalitas Jalanan Turun Signifikan Selama Pandemi COVID-19

FAKTAJABAR.CO.ID – Selama wabah Virus Corona alias COVID-19, pemerintah mengimbau warga tetap di rumah serta melakukan physical distancing.

Imbasnya, Polda Metro Jaya mencatat kejahatan jalanan di wilayah hukumnya menurun atau berkurang signifikan dibanding biasanya.

“Jadi selama pencegahan virus COVID-19 ini, tingkat kriminalitas atau kejahatan jalanan di wilayah hukum Polda Metro Jaya menurun cukup signifikan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Kamis (26/3/2020).

Menurutnya, hal itu bisa terjadi karena penerapan work home from serta imbauan agar warga tetap di rumah, untuk mencegah penyebaran COVID 19.

“Sehingga, pelaku kejahatan berpikir dua kali untuk beraksi,” ujarnya.

Polda Metro Jaya serta polres dan polsek jajaran akan terus menggelar patroli humanis untuk meminta massa yang berkerumun dan berkumpul membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing.

Hal ini untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID 19.

“Kami akan terus lakukan patroli ini, baik oleh Polsek, Polres, atau Polda Metro Sendiri.”

“Meskipun saat ini sudah mulai terasa kerumunan massa yang biasa terjadi di beberapa titik mulai berkurang,” ucapnya.

Menurut Yusri, kegiatan sambang masyarakat dengan patroli ini lebih ditekankan secara humanis atau dengan imbauan.

“Kita beri imbauan yang masih nongkrong untuk pulang dan kami beri pemahaman social distancing,” jelasnya.

Selama kegiatan ini, lanjut Yusri, semua masyarakat yang berkumpul menurut dan mengikuti imbauan petugas.

“Namun jika ada yang berkeras tak mau diimbau untuk bubar.”

“Maka ada aturan hukumnya bagi mereka dan bisa dijerat pidana sesuai Pasal 212, Pasal 216 dan Pasal 218 KUHP,” terangnya.

Sehingga, menurut Yusri, tak menutup kemungkinan pihaknya melakukan pembubaran paksa bagi massa yang tidak menuruti imbauan polisi.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya bersama TNI menggelar patroli skala besar berupa pemberian imbauan kepada masyarakat yang masih berkerumun di beberapa titik.

Hal itu terkait penyebaran COVID-19. Patroli digelar pada Selasa (24/3/2020) mulai pukul 20.00 sampai pukul 24.00

Patroli yang melibatkan 160 personel itu mendapati masih adanya warga yang berkumpul di sejumlah titik dan wilayah.

Kepada mereka, petugas mengimbau dan meminta agar warga pulang ke rumah masing-masing, untuk mencegah penyebaran Virus Corona.

Direktur Samapta Kombes Pol M Ngajib mengatakan, dalam patroli itu, didapati masih ada warga yang berkerumun dan berkumpul, sehingga rawan terjadi penyebaran Virus Corona.

“Hasil dari patroli skala besar semalam masih banyak masyarakat yang tidak disiplin dalam melaksanakan imbauan pemerintah agar tinggal di rumah masing-masing.”

“Masih banyak yang berkerumun di luar.”

“Namun, mereka dapat dibubarkan dan dengan kesadaran mau kembali ke rumah masing-masing,” kata Ngajib dilansir dari Wartakotalive, Rabu (25/3/2020).

Menurut Ngajib, patroli melibatkan personel Polda Metro Jaya dan TNI atau dari Kodam Jaya.

“Sasarannya tempat keramaian masyarakat di wilayah hukum Polrestro Jakarta Selatan, Barat, dan Timur,” ujar Ngajib.

Kekuatan personel, katanya, ada 160 orang.

“Rinciannya, dari Samapta Polda Metro Jaya sebanyak 60 orang, Ditlantas 15 orang, Ditreskrimum 40 orang, Ditintelkam 25 orang, dan dari TNI sebanyak 30 orang,” papar Ngajib.

Kekuatan personel itu, katanya, dibuat dalam 3 tim.

“Tim 1 ke wilayah hukum Polrestro Jakarta Selatan, Tim 2 ke wilayah hukum Polrestro Jakpus, dan Tim 3 ke wilayah hukum Jakarta Timur,” bebernya.

Selain dirinya, kata Ngajib, patroli ini diikuti pula oleh Karoops Polda Metro Jaya Kombes Marsudianto dan Dirreskrimum Kombes Suyudi Ario Seto.

Sumber: Wartakota.tribunnews.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

KSPI: New Normal Apakah Diperlukan?

FAKTAJABAR.CO.ID – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) berpendapat, istilah new normal bisa membingungkan para buruh ...