Carut-Marut Anjal Di Karawang, Perlukah Rumah Singgah Bagi Mereka?

KARAWANG – Anak Jalanan (Anjal) dan Rumah Singgah seperti sebuah satu keterkaitan yang seharusnya bisa menjadi solusi ditengah carut-marut wajah Kota Karawang. Di Kota besar dan maju, Rumah Singgah untuk anjal itu sudah semestinya ada untuk merawat sekaligus dibina oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang. Namun, berbeda dengan Kota Lumbung Padi tersebut, keberadaan Rumah Singgah nampaknya masih dihiraukan. Sehingga anjal masih saja dibiarkan menghiasa Wajah Kota.

Rumah Singgah seharusnya sudah ada di kota yang ber-APBD Rp. 4,5 Triliun ini. Namun nyatanya hanya sebuah isu belaka. Saat ditemui, Kepala Bidang Rehabilatas Sosial, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Karawang, Dyah Palupi mengatakan, hingga saat ini memang belum ada Rumah Singgah, sudah berbagai upaya telah dilakukan untuk membuat Rumah Singgah, namun hasilnya tetap nihil dengan berbagai kendala dan alasan. “Mulai dari pergantian anggota dewan, pesiun dan mutasi pihak yang mendorong adanya Rumah Singgah Anak Jalanan ini, adanya masalah lain, belum adanya kepastian, lahan (lokasi) dan dananya pun belum ada,” ujarnya kepada Fakta Jabar, Selasa (21/7).

Sementara, Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Dinsos Kabupaten Karawang, Danilaga menjelaskan, walaupun Rumah Singgah Anak Jalanan sampai saat ini belum ada, Dinsos tetap melakukan tugasnya dengan melakukan razia anjal, bekerjasama dengan pihak Kepolisian dan Satpol PP. Jadwal razia itu sendiri bagaimana pihak Kepolisian dan Satpol PP yang tetap di bawah kordinasi pihak Dinsos. “Tidak adanya Rumah Singgah, namun Dinsos tetap menerima anak-anak jalanan yang terjaring razia. Anak-anak ini akan menempati Dinsos untuk sementara sampai akhirnya di kembalikan. Namun, tetap balik lagi ke jalanan karena membina anak-anak ini perlu waktu dan tidak semudah itu,” terangnya.

Danilaga menambahkan, sejauh ini memang banyak permasalahan yang datang berkaitan dengan bidang sosial. Namun, banyaknya permasalahan tersebut tidak sebanding dengan keberadaan Sumber Daya Manusia (SDM) atau hal lain yang ada di Dinsos. Ditambah lagi tidak adanya sarana prasarana yang memadai. Bahkan, pihaknya menyediakan ruangan sementara yang dibuat dari hasil patungan dana pribadi, diperuntukkan bagi Anjal atau Orang Pikun. “Sejauh ini, Dinsos dibantu oleh para relawan yang ada, seperti Tagana, PSM, PKH dan lainnya. Jika tidak memiliki kesabaran dan keikhlasan yang luas, kerja di Dinsos itu berat. Mungkin tidak semua orang bisa melakukannya,” tandasanya. (lil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pesan Bupati untuk Penyuluh Agama agar Menyampaikan Pesan Pembangunan dengan Bahasa Agama

KARAWANG – Bupati Karawang, dr. Hj. Cellica Nurrachadiana menghadiri kegiatan pembinaan pegawai dilingkungan Kantor Kementrian ...