Upaya Pemerintah dalam Memajukan Pelaku dan Produk UMKM Karawang

Karawang – Pada Kamis (15/9) diadakan kegiatan gelar makanan khas Kabupaten Karawang dari Dinas Koperasi. Tujuan kegiatan tersebut untuk memperkenalkan kuliner khas Kabupaten Karawang lebih meluas. Ade Sudiana, Kepala Dinas Koperasi memaparkan terdapat tujuh makanan khas seperti serabi Rengasdengklok, Soto Tangkar, Sangtau, Bandeng Gepuk, Pepes Ikan Jambal, Bubur Ayam Cilamaya serta olahan dari Tutut. Ia menambahkan selama 3 bulan seluruh ketujuh pelaku umkm tersebut diberikan biaya sewa secara gratis untuk penyewaan tempat. Setiap satu pelaku diberikan biaya 1 juta setiap bulan untuk biaya sewa.

“Kita menampilkan 7 kuliner khas Karawang. Kita fasilitasi dengan membantu biaya sewa selama 3 bulan, setelah itu pelaku umkm akan membayar sendiri. Mudah-mudahan kita bisa mengembangkan produk umkm,” ujarnya.

Ia melanjutkan diberikan pula bantuan kepada 5 kecamatan dan 25 desa berupa sarana dan prasarana. Ia memberikan contoh adanya masyarakat yang memiliki produk cilok, maka diberikan bantuan berupa gerobak. Pemberian fasilitas tersebut syaratnya yakni dengan mengajukan proposal. Total ada sebanyak 400 umkm, saat ini prioritas hanya umkm di wilayah miskin ekstrim.

“Dalam kesempatan ini kita juga memberikan bantuan kepada pelaku usaha mikro berupa sarana dan prasarana. Ada 5 kecamatan dan 25 desa, atas saran dari wakil bupati akan diprioritaskan kepada pelaku umkm yang ada di wilayah miskin ekstrim,” tambahnya.

Aep Syaepulloh, Wakil Bupati Kabupaten Karawang menyampaikan kegiatan tersebut akan berlangsung hingga (18/9). Ia menambahkan salah satu kuliner khas Karawanh yang telah terkenal yakni Pepes Ikan Jambal dan Sangu Tahu. Ia menyampaikan kembali percepatan ekonomi saat ini berasal dari pelaku umkm. Pemerintah daerah tidak akan mengurangi anggaran daerah bagi dinas koperasi.

“Tahun 2023 mendatang anggaran bagi dinas koperasi tidak ada pengurangan sama sekali. Sebetulnya Karawang ini memiliki kekayaan yang sangat luar biasa dan memiliki potensi. Saat ini percepatan ekonomi di tahun sekarang datang dari pelaku umkm, alhamdulillah anggaran untuk tahun depan juga tidak dikurangi,” ungkapnya.

Ia memaparkan kembali saat ini pemerintah daerah telah melakukan upaya agar produk umkm masuk di seluruh hotel Kabupaten Karawang. Saat ini telah ada 62 persen produk umkm yang telah masuk di hotel. Ia pun mengungkapkan produk umkm pun telah berada di lapangan Golf. Ia meminta kepada pelaku umkm agar tidak menaikkan harga dari harga yang berada di retail.

“Selain masuk ke retail, kita pun sudah masuk ke semua hotel untuk produk umkm. Kita pemerintah daerah mendorong supaya produk bisa maju, jadi jangan sampai harga produk yang ada di lapangan golf jangan di mahalkan,” pungkasnya.(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Tingkatkan SDM Kesehatan, Nakes RSUD Dapat Kesempatan Pendidikan ke Luar Negeri

Karawang– Pemerintah Kabupaten Karawang menjalin nota kesepahaman dengan Kementerian Kesehatan ...

%d bloggers like this: