Pemeriksaan Kanker Payudara, Perempuan Harus Lakukan Ini !

Ines Noviani, Dokter Spesialis Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang

Karawang – Perempuan lebih waspada untuk penyakit kanker payudara dan melakukan screening lebih dini agar mencegah penyebaran jaringan kanker.

Ines Noviani, Dokter Spesialis Radiologi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Karawang memaparkan untuk screening penyakit kanker payudara pada wanita dapat dilakukan pada usia 40 tahun. Kemudian bagi wanita yang memiliki resiko tinggi wajib untuk melakukan screening. Selanjutnya untuk wanita yang pernah melakukan radiasi di daerah dada pun memiliki resiko pula.

“Sebenarnya kalau yang disarankan itu usia 40 tahun sudah harus melakukan screening rutin tahunan terutama untuk orang-orang yang memiliki resiko tinggi atau yang pernah di diagnosa pernah mengalami kanker payudara di satu sisi,” ujarnya pada Selasa (24/1).

Ia melanjutkan faktor resiko berasal dari perokok pasif, makanan. Makanan tinggi lemak dan zat adiktif pun menjadi penyebab. Ia mengaku untuk wanita di Karawang saat ini masih minoritas yang melakukan screening. Hal ini dikarenakan pengetahuan yang masih kurang.

“Orang yang merokok atau perokok pasif, faktor makanan yang tinggi lemak dan zat adiktif itu juga salah satu penyebab kanker. Di masyarakat kita masih belum banyak ya, karena pengetahuan yang kurang ya,” tambahnya.

Ia memaparkan screening dapat dilakukan secara mandiri setiap satu bulan sekali. Selanjutnya dapat dilakukan dengan pemeriksaan seperti mamografi. Pemeriksaan ini menggunakan sinar x dengan memakai peralatan khusus. Hal tersebut dapat mendeteksi kanker yang ganas. Kemudian dapat melihat kelainan yang lain.

“Ada benjolan, keluar cairan kuning dan darah itu kan sebagai salah satu gejalanya. Kalau sudah 40 tahun screening nya dengan pemeriksaan mamografi seperti Rontgen tapi alatnya khusus. Bisa mendeteksi klasifikasi yang mengarah ke ganas, kita juga bisa lihat kelainan,” lanjutnya

Ia menyampaikan wanita di bawah usia 40 jaringan payudara masih padat. Hal ini dapat mengakibatkan pemeriksaan tidak dapat secara total. Ia mengaku untuk pemeriksaan mamografi masih sedikit. Hal tersebut dikarenakan saat prosedur pemeriksaan dengan menekan dan pasien masih merasa tidak nyaman. Meski begitu pemeriksaan dapat dilakukan melalui USG pula.

“Kita sarankan di usia 40 karena di bawah usia ini jaringan masih padat jadi kalau diperiksa mamografi masih bisa lost, kita biasanya sambung ke USG untuk melihat di jaringan tidak ada kelainan,” imbuhnya.

Ia menyatakan untuk payudara yang merasa nyeri sudah mengarah kepada kanker stadium lanjut. Ia menghimbau kepada seluruh wanita saat terdapat benjolan harus melakukan pemeriksaan. Hal tersebut mencegah perluasan jaringan kanker dan mendapatkan penanganan. Penanganan utama untuk penyakit stadium lanjut dapat dilaksanakan dengan operasi. Saat jaringan kanker sudah terkena di permukaan kulit akan jauh berbahaya. Perkembangan jaringan kanker dapat terjadi lebih cepat.

“Kalau nyeri itu biasanya sudah telat, di Indonesia kebanyakan saat sudah merasa nyeri karena takut periksa. Sebaiknya kalau ada benjolan saat meraba sudah ke dokter untuk di periksa,” pungkasnya.(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Diduga Tidak Menaati Aturan, Hingga Adanya Dugaan Teror Kepada Warga Desa Wanayasa

Purwakarta – Belakangan ini Kepala Desa Wanayasa, Kec. Wanayasa, ramai ...

%d bloggers like this: