Pusat Pelestarian Kebudayaan Sunda Dibangun di Purwakarta

FAKTAJABAR.CO.ID – Taman Giri Harja sebagai pusat pelestarian kebudayaan Sunda dibangun di Jawa Barat, Kampung Cilodong, Desa Cikopo, Kecamatan Bungursasi, Purwakarta. Tempat tersebut menggunakan areal lahan di belakang Tajug Gede Cilodong seluas 10 hektar.

Ketua DKM Tajug Gede Cilodong Dedi Mulyadi mengatakan, total biaya pembangunan Taman Giri Harja menghabiskan lebih dari Rp 50 miliar. Taman Giri Harja akan memperkenalkan sistem kebudayaan Sunda. Tidak hanya urusan kesenian, taman ini juga diproyeksikan menjadi laboratorium pertanian yang mengedepankan sistem pertanian masyarakat Sunda.

“Tahap pertama bisa dikunjungi bulan Desember. Saya targetkan ada 100.000 jenis tanaman di Jawa Barat bahkan yang ada di Indonesia. Nanti ada di situ museumnya,” ujar Dedi Mulyadi saat ditemui seusai Ground Breaking Taman Giri Harja, baru-baru ini.

Selain itu, kata Dedi, sebagai langkah untuk mempertahankan kesenian wayang golek, di Taman Giri Harja nantinya akan dijadikan tempat belajar wayang golek mulai dari pengenalan pohon jenis pulai atau lame (Alstonia Scholaris) sebagai bahan dasar wayang golek, hingga pembuatan wayang golek.

“Di sini akan ditanam lebih dari 5.000 pohon lame. Itu bahan dari pembuatan wayang golek. Kita akan ajarkan mulai dari dipotong, sampai kemudian dibuat kerajinan, kemudian sampai dicat kemudian sampai ditampilkan. Kemudian juga sampai nanti berlatih gamelan dan berlatih wayang. Anak-anak juga bisa dibikin les privat hingga nanti bisa ditonton oleh orang tuanya,” kata Dedi.

Tak hanya belajar sistem pertanian dan kesenian, lantaran masih dalam satu areal dengan Tajug Gede Cilodong, Taman Giri Harja juga akan menjadi tempat berkegiatan agama Islam untuk anak-anak. Dedi berharap, dengan menggabungkan kesenian, pertanian dan agama, anak-anak hari ini bisa ikut merasakan bagaimana menjadi anak-anak di pedesaan.

“Kemudian kita akan ajarkan pemahaman anak tentang Islam, hingga nanti mereka belajar tentang bagaimana mempelajari huruf alif, ba, ta, tsa sampai, dengan teknologi baca Alquran dengan teknologi yang hari ini sudah bisa diakses lewat berbagai perangkat teknologi,” ujarnya.

Taman Giri Harja, lanjut Dedi, terinspirasi dari keluarga dalang wayang golek ternama di Jawa Barat yakni almarhum Asep Sunandar Sunarya yang berhasil memperkenalkan wayang golek sebagai kebudayaan asli Sunda ke seluruh dunia hingga diakui oleh Unesco sebagai Intangible Cultural Heritage of Humanity pada tahun 2003. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Pansus C Raperda CSR Belajar Ke Kawasan Seribu Industri

PURWAKARTA – Koordinator Pansus C DPRD Purwakarta  Hj. Neng Supartini, S.Ag mengatakan, dalam rangka konsultasi ...