Keripik Kutang dari Purwakarta Raih Juara III Dalam Acara Cooperative Fair di Bandung

PURWAKARTA– Mendengar kata Kutang pastinya banyak yang berpikiran aneh, namun ternyata nama kutang dipakai Rini Juniawati warga Kampung Cihideung Desa Mulya Mekar Kecamatan Babakan Cikao, Kabupaten Purwakarta, untuk produk keripiknya yang berarti keripik kulit tangkil (kulit melinjo).

Kata kutang dipilihnya dikarenakan unik dan terkesan akan menarik perhatian. Ternyata betul saja keripik kutang milik Rini berhasil meraih juara III dengan kategori produk inovatif dalam acara Cooperative Fair di Bandung belum lama ini. Rini pun mengklaim jika hingga saat ini merupakan produk satu-satunya di Jawa Barat.

“Keripik Kutang ini juga akan dipamerkan dalam perayaan hari pangan dunia di Kendari,” kata dia.

Inspirasi mengolah keripik kulit melinjo ini berawal dari tetangga yang membuat tumis melinjo. Ia lantas mengembangkannya menjadi keripik kutang.

Melinjo merupakan buah yang umumnya diolah menjadi penambah sayuran seperti sayur asem. Namun di tangan Rini Juniawati, kulit buah yang memiliki rasa pahit itu diolah menjadi camilan yang memanjakan lidah dan mendatangkan rezeki bagi pengrajinnya.

Rini mengolah kulit buah melinjo dijadikan camilan bernilai ekonomis sejak tahun 2016.

“Berjalan dua tahun sempat vakum juga, dan baru mulai lagi 2019, kendalanya karena bahan bakunya susah disamping ada kesibukan lain,” ujar Rini.(red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Ikhtiar Pemkab Purwakarta Menjadi Kota Layak Anak

PURWAKARTA – Target menjadi Kota Layak Anak (KLA) terus menjadi fokus perhatian Pemerintah Kabupaten Purwakarta. ...