‘Corona’, Lagu Dangdut Remix Kontroversial Bertema Janda

FAKTAJABAR.CO.ID – Kemunculan sebuah lagu berjudul ‘Corona’ baru-baru ini cukup menyita publik. Bahkan, lagu dan videonya berhasil menghebohkan dunia hiburan Tanah Air lantaran dianggap kontroversial.

Dilansir dari Kumparan.com, bagaimana tidak, saat ini masyarakat dunia tengah dilanda kekhawatiran terkait penyebaran virus corona atau COVID-19 di Wuhan. Bahkan, hingga (29/2) total korban meninggal akibat virus corona di China mencapai 2.835 jiwa. Oleh karena itu, kemunculan lagu ‘Corona’ dianggap sangat miris.

Dinyanyikan oleh Alvi Ananta

Lagu dan video berjudul ‘Corona’telah dirilis sejak Kamis (27/2) lalu. Videonya yang berdurasi 4,3 menit itu diunggah oleh Samudra Record di YouTube. Lagu bergenre dangdut remix itu dinyanyikan oleh Alvi Ananta.

Memplesetkan Corona

‘Corona’ merupakan sebuah lagu dangdut ciptaan Miswan Samudra yang dibantu DJ Theplex di bagian musiknya. Sementara di bagian judul, ‘Corona’ ternyata merupakan sebuah plesetan dari Comunitas Rondo Merana. Rondo merupakan kata dari bahasa Jawa yang artinya janda.

Dianggap Plagiat

Lagu tersebut diawali dengan sebuah musik yang sangat familiar. Adalah musik grass skrt chase spongebob hasil aransemen Sage Guyton dan Jeremy Wakefield. Musik ini menjadi familiar karena kerap dijadikan backsound dalam video-video lucu yang beredar di media sosial.

Hal inilah yang membuat warget menilai sang penata musik tidak kreatif karena dianggap plagiasi. Pernciptaan dan perilisan lagu itu juga dinilai tidak didasari rasa kemanusiaan lantaran muncul di tengah wabah virus corona yang merenggut nyawa ribuan orang.

Menuai Hujatan Warganet

Tidak hanya lirik lagu ‘Corona’ saja yang jadi perhatian, tapi juga sang penyanyi. Dalam video yang diunggah di YouTube, sang penyanyi Alvi Ananta terlihat meliuk-liuk berjoget ria. Hal itulah yang kemudian mengundang perhatian hingga menuai kritik dan hujatan warganet. Banyak dari mereka yang menuliskan komentar pedas di kolom komentar video tersebut.

“Gak punya rasa kemanusiaan. Menggunakan nama virus yang saat ini banyak merenggut nyawa manusia untuk dijadikan bahan meraup keuntungan,” tulis Sugeng Febryanto.

“Manusia tapi tidak punya perikemanusiaan. Udah gitu, intronya kayak Spongebob lagi,” lanjut Nia Sweetbite.

“Cari duitnya gini amat? Corona itu musibah dunia, tapi ini malah cari untung,” tambah Noni Kartika.

Videonya Mendadak Hilang dari YouTube

Setelah berhasil menyedot perhatian warganet hingga menuai banyak kritik, video musik official lagu ‘Corona’ mendadak hilang dari YouTube, Sabtu (29/2). Kendati demikian, lagu tersebut telah diunggah ulang beberapa orang ke YouTube. Namun, hanya menampilkan lirik dan lagunya saja.

Sumber: Kumparan.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Indriyani : Ayo Dukung Puncak Sempur Menjadi Dataran Tinggi Terpopuler se Indonesia. Begini Caranya !

Karawang – Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Karawang, Indriyani, ST., ...